Hujan Deras Tak Menghentikan Achmad Albar, di Usia 80 Tahun Ia Tetap di Panggung

Hujan deras yang mengguyur area panggung tidak menghentikan Achmad Albar menuntaskan konser God Bless bersama orkestra di Yogyakarta pada Juni lalu. Saat promotor telah bersiap menghadapi kemungkinan pertunjukan dibatalkan, vokalis rock itu memilih tetap tampil hingga akhir.

Momen tersebut memperlihatkan keteguhan Achmad Albar yang kini berusia 80 tahun dalam menjalani musik. Bagi pendiri God Bless itu, panggung masih menjadi ruang yang terus ia datangi dengan energi besar.

Di tengah usia yang kerap membuat banyak orang mengurangi aktivitas, Achmad Albar masih berlatih dan tampil bersama God Bless. Kehadirannya mempertahankan sosoknya sebagai wajah utama band rock legendaris tersebut.

Komitmen yang Bertahan Puluhan Tahun

Perjalanan God Bless tidak selalu berjalan mulus selama lebih dari lima dekade. Pergantian personel dan berbagai dinamika pernah mewarnai langkah band ini, tetapi aktivitas bermusik mereka tetap berlanjut.

Achmad Albar memandang usia panjang God Bless sebagai anugerah yang luar biasa. Dalam pernyataannya di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, pada 16 Februari 2024, ia juga berharap band itu masih memperoleh kesempatan untuk terus berkarya pada masa mendatang.

Tekad tersebut turut tercatat dalam liner notes album Anthology 50th Years Anniversary. Album itu memuat pernyataan Achmad Albar yang menegaskan kesungguhannya untuk terus mendedikasikan diri pada musik.

God Bless berdiri setelah Achmad Albar kembali ke Indonesia pada 1973. Sejak saat itu, band tersebut tumbuh menjadi salah satu nama yang memiliki posisi penting dalam sejarah musik rock Indonesia.

Langkah Awal Sebelum God Bless

Jauh sebelum dikenal sebagai vokalis God Bless, Achmad Albar telah masuk ke dunia hiburan melalui film Djenderal Kantjil pada 1958. Pengalaman di layar lebar itu menjadi salah satu jejak awalnya sebelum jalur musik menjadi bidang yang lebih dominan.

Achmad Albar kemudian berkelana ke Belanda dan mulai serius menapaki dunia musik. Di negara itu, ia membentuk Take Five sebelum bergabung dengan Clover Leaf.

Pengalaman bermusik di luar negeri menjadi bagian penting dari perjalanan yang mengantarkannya mendirikan God Bless. Band tersebut terus aktif hingga kini dengan Achmad Albar tetap berada di garis depan.

Karier Solo dan Lintasan Genre

Selain mengembangkan perjalanan bersama God Bless, Achmad Albar juga membangun karier solo yang panjang. Karakter vokalnya melekat melalui lagu-lagu seperti “Syair kehidupan”, “Panggung sandiwara”, dan “Bis Kota”.

Perjalanannya tidak hanya terpaut pada musik rock. Achmad Albar juga melintasi genre dangdut, salah satunya melalui album Zakia yang menunjukkan keluwesan musikalnya.

Jejak di band, karya solo, hingga keberaniannya menjajal genre lain membuat perjalanan Achmad Albar mencakup banyak sisi industri musik Indonesia. Pada usia 80 tahun, dedikasinya tetap terlihat melalui keputusan sederhana namun kuat untuk tidak meninggalkan panggung.

Source: www.liputan6.com
Berita Terkait