Akses Digital Bank Mandiri Dijaga Berlapis, dari Wajah hingga Otorisasi QR

Bank Mandiri memperkuat pengamanan akses digital melalui verifikasi yang berbeda untuk setiap kelompok pengguna. Nasabah ritel dapat memakai pengenalan wajah, sedangkan transaksi perusahaan dilindungi otorisasi berlapis dengan token berbasis QR.

Pendekatan ini membuat proses masuk aplikasi dan persetujuan transaksi tidak bergantung pada satu metode pengamanan saja. Pengaturan tersebut diterapkan pada layanan ritel, korporasi, serta pelaku usaha sesuai karakter aktivitas masing-masing.

Lapisan Perlindungan Sesuai Layanan

Setiap platform digital Bank Mandiri memiliki kombinasi pengamanan yang disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya. Perbedaan tersebut mencakup metode masuk, verifikasi identitas, hingga otorisasi transaksi.

PlatformPengguna UtamaPerlindungan
Livin’ by MandiriNasabah ritelBiometric login, smart protection, dan card control
Kopra by MandiriNasabah korporasiMulti-layer authorization dan token authentication berbasis QR
Livin’ MerchantPelaku usahaKata sandi, face recognition, dan PIN

Pada Livin’ by Mandiri, pengguna dapat memanfaatkan biometric login berbasis pengenalan wajah untuk mengakses aplikasi. Fitur smart protection juga membatasi akses dalam kondisi yang dinilai berisiko, termasuk ketika pengguna menerima panggilan telepon.

Nasabah ritel juga dapat mengatur PIN kartu melalui aplikasi tersebut. Fitur card control memungkinkan pemblokiran kartu langsung dari perangkat, sehingga kendali atas kartu tetap berada pada nasabah.

Untuk kebutuhan perusahaan, Kopra by Mandiri menggunakan mekanisme multi-layer authorization dalam proses persetujuan transaksi. Token authentication berbasis QR menjadi bagian dari skema yang dirancang untuk menjaga proses otorisasi korporasi.

Pelaku usaha yang memakai Livin’ Merchant memperoleh beberapa pilihan verifikasi. Kata sandi, pengenalan wajah, dan PIN digunakan untuk mendukung keamanan aktivitas operasional layanan itu.

Pengamanan Tidak Hanya Berada di Aplikasi

Penguatan kanal digital tersebut menjadi bagian dari Bank Mandiri Cyber Resilience Framework. Kerangka ini mencakup operasional, perlindungan sistem, tata kelola, serta peningkatan kesadaran keamanan informasi.

Bank Mandiri juga menjalankan Security Operation Center yang beroperasi 24 jam setiap hari. Pusat operasi ini memantau keamanan sistem teknologi informasi dan mendeteksi potensi ancaman siber secara waktu nyata.

Pengendalian risiko turut mencakup pengelolaan akses pengguna serta asesmen keamanan terhadap mitra dan pihak ketiga. Langkah itu penting dalam ekosistem digital perbankan yang melibatkan banyak pihak di luar sistem internal.

Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista menyatakan keandalan layanan menjadi fondasi utama industri perbankan. Dalam keterangan resmi yang dikutip finance.detik.com pada Selasa, 21 Juli 2026, ia mengatakan perseroan terus memperkuat tata kelola digital melalui pengelolaan risiko, kapabilitas keamanan siber, dan budaya kepatuhan.

Tata Kelola dan Perlindungan Data

Di tingkat organisasi, kebijakan keamanan informasi dijalankan selaras dengan kebutuhan bisnis dan regulasi yang berlaku. Perseroan juga membangun kesadaran keamanan informasi bagi para pemangku kepentingan.

Komitmen itu didukung sertifikasi internasional untuk pengelolaan keamanan informasi, operasional teknologi informasi, layanan berbasis cloud, dan pengelolaan SOC. Bank Mandiri juga memiliki laboratorium forensik digital berakreditasi internasional untuk membantu investigasi serta respons insiden siber.

Pengawasan Dewan Komisaris dan Direksi dilengkapi pengendalian internal, kebijakan perlindungan data, serta Whistleblowing System yang dikelola independen. Bank Mandiri mencatat skor Corporate Governance Perception Index sebesar 95,30 dan masuk kelompok perusahaan dengan persepsi tata kelola terbaik di Indonesia.

Penerapan tata kelola tersebut mengacu pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan dan aturan Bank Indonesia yang relevan. Bank Mandiri menyatakan akan melanjutkan sinergi inovasi, tata kelola, dan manajemen risiko untuk menjaga layanan tetap aman serta andal.

Source: finance.detik.com
Berita Terkait