Suasana peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, tampil tenang dan tertib saat aksi penyampaian pendapat digelar pada Jumat sekitar pukul 14.00 WIB. Di tengah kegiatan itu, buruh dan personel pengamanan berdiri tegap bersama ketika Indonesia Raya dikumandangkan.
Momen tersebut menjadi penanda kuat bahwa aksi buruh bisa berlangsung tanpa ketegangan. Kehadiran peserta dari berbagai elemen buruh dan aparat dalam satu barisan penghormatan memperlihatkan suasana kebersamaan di ruang publik.
Setelah lagu kebangsaan selesai dinyanyikan, peserta aksi melanjutkan prosesi dengan menyanyikan Bagimu Negeri secara bersama-sama. Seluruh peserta aksi dan aparat yang bertugas mengikuti rangkaian itu dengan sikap sempurna, sehingga suasana tetap terasa sejuk dan damai.
Rangkaian penghormatan itu juga memberi warna berbeda pada peringatan Hari Buruh di Jawa Tengah. Penyampaian aspirasi tetap berjalan, tetapi berlangsung dalam koridor tertib dan penuh penghormatan terhadap simbol kebangsaan.
Usai prosesi lagu, perwakilan elemen buruh menyampaikan orasi yang memuat sejarah dan makna Hari Buruh Internasional. Dalam orasi itu, mereka menegaskan kembali nilai perjuangan kaum pekerja dalam memperjuangkan hak-haknya.
Orasi tersebut juga menyoroti pentingnya menjaga solidaritas di tengah dinamika sosial. Pesan itu disampaikan sebagai bagian dari upaya menjaga semangat perjuangan tetap relevan tanpa keluar dari ketertiban aksi.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Artanto menyebut seluruh rangkaian kegiatan sejauh ini berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Ia juga mengatakan pengamanan dilakukan secara humanis dan profesional oleh aparat kepolisian.
Polda Jawa Tengah mengapresiasi sikap tertib dan kedewasaan peserta aksi dalam menyampaikan aspirasi. Kepolisian juga mengajak semua pihak untuk terus menjaga situasi yang aman dan kondusif hingga kegiatan selesai.
Peringatan May Day di depan Kantor Gubernur Jateng pun menunjukkan bahwa penyampaian pendapat dan penghormatan terhadap simbol kebangsaan dapat berjalan beriringan. Dalam momen itu, buruh dan aparat sama-sama menjaga suasana damai di tengah aksi.
