Langkah Ana/Trias di Japan Open 2026 berhenti pada perempat final setelah kalah dua gim langsung dari pasangan Taiwan, Hsu Yin Hui/Lin Jhih Yun. Kekalahan 18-21, 15-21 itu membuat pasangan ganda putri Indonesia tersebut segera mengarahkan fokus ke China Open 2026.
Evaluasi mereka tidak mengarah pada faktor eksternal, melainkan pada kualitas permainan sendiri yang dinilai belum cukup aman. Kesalahan berulang dan pengembalian bola yang terlalu mudah dibaca lawan menjadi catatan utama sebelum turnamen berikutnya.
| Turnamen | Tahap | Lawan atau Status | Hasil |
|---|---|---|---|
| Japan Open 2026 | Perempat final | Hsu Yin Hui/Lin Jhih Yun | Kalah 18-21, 15-21 |
| China Open 2026 | Turnamen berikutnya | Fokus evaluasi Ana/Trias | Berlangsung pekan depan |
Kesalahan yang Membebani Permainan
Meilysa Trias Puspitasari menilai terlalu banyak poin yang hilang akibat kesalahan pasangan Indonesia sendiri. Kondisi itu membuat Ana/Trias kesulitan mempertahankan tekanan sepanjang pertandingan.
“Kami banyak melakukan kesalahan sendiri. Banyak mati sendiri dan itu harus dikurangi ke depannya,” ujar Trias dalam keterangan PBSI. Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa pembenahan permainan akan menjadi prioritas mereka.
Kesalahan sendiri bukan hanya mengurangi peluang mendapatkan poin, tetapi juga memberi ruang bagi Hsu/Lin mengembangkan pola permainan. Pasangan Taiwan itu mampu menjaga konsistensi dari awal hingga akhir laga.
Pengembalian Bola Kurang Aman
Febriana Dwipuji Kusuma menyatakan persiapan sebelum pertandingan sebenarnya telah berjalan cukup baik. Namun, pelaksanaan di lapangan tidak sepenuhnya sesuai rencana karena banyak pengembalian bola yang mengambang.
“Kami sebenarnya sudah siap, tapi hari ini kurang safe mainnya. Banyak pengembalian bola yang mengambang dan kurang bagus,” kata Ana. Bola yang kurang tajam memberi kesempatan lawan untuk mengambil inisiatif dan mengendalikan reli.
Hsu/Lin dinilai tampil disiplin dalam menjaga ritme permainan. Ketahanan mereka mempertahankan pola membuat Ana/Trias tidak menemukan celah yang cukup untuk membalikkan keadaan pada kedua gim.
Japan Open 2026 berlangsung di Tokyo, Jepang, dan merupakan bagian dari rangkaian BWF World Tour Super 750. Kekalahan pada Jumat, 17 Juli 2026, itu memastikan Ana/Trias gagal melanjutkan langkah ke perebutan tiket semifinal.
Target Respons di Turnamen Berikutnya
China Open 2026 menjadi kesempatan terdekat bagi Ana/Trias untuk menerapkan hasil evaluasi dari Tokyo. Fokus dan ketepatan pengembalian bola akan menjadi bagian penting dari upaya mereka membangun permainan yang lebih stabil.
Menurut laporan Viva, Ana/Trias tidak ingin hasil di Japan Open berlarut-larut. Trias menegaskan pasangan tersebut ingin memberi respons yang lebih baik pada pekan depan.
“Kami harus tampil lebih baik dan lebih fokus di China Open minggu depan,” tutup Trias. Turnamen itu akan menjadi ajang pembuktian apakah perbaikan pada kesalahan sendiri dapat diterapkan dalam pertandingan berikutnya.
Source: www.viva.co.id






