Kebakaran hutan besar di Prancis selatan telah membakar lebih dari 700 hektare lahan hijau dan memicu evakuasi warga dari sejumlah desa. Kondisi itu memburuk cepat karena cuaca ekstrem, angin kencang, dan vegetasi yang sangat kering.
Api bergerak cepat dari Beaufort di wilayah administratif Herault lalu meluas ke Aude. Perubahan situasi di lapangan terjadi dalam waktu singkat, sehingga petugas harus berpacu untuk menahan laju kobaran yang terus menyebar.
Evakuasi dan pengosongan area terdampak
Warga di Pouzols-Minervois dan Mailhac diminta segera meninggalkan rumah saat api mendekat. Di area yang dinilai masih aman, penduduk diperintahkan tetap berada di dalam rumah agar petugas pemadam bisa bekerja lebih leluasa.
Langkah darurat itu diambil untuk menekan risiko korban jiwa saat titik api terus meluas. Aparat juga mengatur akses di sekitar lokasi terdampak agar proses evakuasi berjalan tertib dan tidak menghambat pergerakan tim penyelamat.
Ratusan personel dan armada udara dikerahkan
Situasi darurat memicu pengerahan besar-besaran tim penyelamat di wilayah terdampak. Gendarmerie Prancis ikut bersiaga untuk mengamankan perimeter kebakaran dan membantu pengendalian arus warga.
Armada udara seperti pesawat pengebom air dan helikopter juga diterjunkan untuk mempercepat pemadaman. Sejumlah jalan utama ditutup total demi mendukung evakuasi dan memudahkan penanganan medis bila dibutuhkan.
Frejus ikut terdampak
Kebakaran turut memicu kepanikan di Frejus, yang berada di bawah administrasi departemen Var. Api di kawasan itu bergerak cepat dan melahap sekitar 30 hektare lahan dalam waktu singkat.
Ratusan petugas pemadam kebakaran langsung memblokade jalur penyebaran api. Tiga lokasi perkemahan wisata di sekitar Frejus juga dikosongkan, lalu para pengungsi dipindahkan ke dua sekolah yang diubah menjadi posko darurat.
Siaga tertinggi di Prancis selatan
Lembaga pemantau kebakaran hutan Feux de Foret melaporkan ada 23 titik api aktif di Prancis selatan. Kondisi itu membuat seluruh elemen penyelamat berpacu dengan waktu untuk memadamkan kobaran yang masih menyebar di berbagai titik.
Meteo-France menetapkan status peringatan tertinggi untuk enam departemen di selatan Prancis. Badan meteorologi itu menilai cuaca panas menyengat meningkatkan risiko perluasan kebakaran, sementara Ardeche, Drome, dan Var berada pada status waspada tingkat dua karena kekeringan yang masih berat.
Tekanan terhadap vegetasi hutan terus meningkat ketika suhu tinggi dan angin kencang bertemu dengan kondisi lahan yang kering. Pemerintah Prancis kini memperketat pengawasan di area hijau agar titik api baru tidak kembali muncul.
Source: www.suara.com






