Persis Solo datang ke Stadion Kanjuruhan dengan situasi yang jauh dari nyaman karena posisi mereka masih tertahan di peringkat ke-16 klasemen Super League 2025-2026 dengan 24 poin. Laga melawan Arema FC pada pekan ke-28, Sabtu (18/4/2026) pukul 15.30 WIB, menjadi kesempatan penting untuk mengubah keadaan dan memperkecil jarak dari zona merah.
Jika mampu meraih kemenangan di Malang, Persis bisa mengemas 27 poin dan membuka peluang untuk menyalip Madura United yang berada di atas mereka. Karena itu, pertandingan ini dipandang bukan sekadar duel biasa, melainkan momen yang bisa ikut menentukan nasib Laskar Sambernyawa di sisa persaingan musim ini.
Tekanan besar di papan bawah
Bagi Persis, setiap angka kini terasa sangat berharga. Kondisi klasemen yang rapat membuat satu hasil pertandingan bisa langsung mengubah posisi mereka, terutama karena ancaman degradasi masih belum benar-benar hilang.
Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, menegaskan betapa pentingnya laga ini bagi timnya. Ia meminta para pemain tampil habis-habisan karena hasil di Kanjuruhan akan memberi pengaruh langsung terhadap perjalanan mereka di klasemen.
“Kami akan berjuang sampai akhir karena ini menentukan nasib kami di klasemen,” kata Milomir Seslija.
Modal positif sebelum menantang Arema
Meski berada dalam tekanan, Persis tidak datang ke Malang dengan kondisi yang sepenuhnya negatif. Tim ini justru memiliki catatan delapan pertandingan terakhir tanpa kekalahan, modal yang bisa menjaga kepercayaan diri jelang duel penting tersebut.
Situasi itu menjadi salah satu alasan Persis tetap menyimpan harapan untuk pulang dengan hasil maksimal. Tren positif itu juga memberi sinyal bahwa mereka masih mampu menjaga konsistensi di tengah persaingan papan bawah yang ketat.
Dodi Alekvan Djin menyebut timnya sudah menyiapkan diri dengan baik. Dari sisi pemain, kesiapan menghadapi pertandingan besar ini disebut sudah terbentuk lewat persiapan intensif yang dijalani sebelum laga.
“Dari sisi pemain, kami sudah siap menghadapi pertandingan besok,” tutur Dodi Alekvan Djin.
Arema tetap dipasang sebagai lawan berbahaya
Di atas kertas, Arema FC memang berada di peringkat ke-11 dengan 35 poin. Namun, posisi itu tidak membuat Persis merasa laga akan berjalan ringan karena kualitas tuan rumah dinilai merata dan mampu menyulitkan lawan.
Milomir bahkan menilai Arema memiliki level permainan yang sebanding dengan tim-tim besar lain. Ia menyebut laga ini akan menguji kesiapan Persis menghadapi lawan yang kuat, apalagi Arema bermain di kandang sendiri.
“Tidak mudah bagi kami untuk menghadapi Arema, kualitas mereka sama seperti (Persib) Bandung dan (Persija) Jakarta. Jadi kami akan melawan tim yang bagus besok,” ujar Milo.
Kewaspadaan Persis juga diperkuat oleh catatan performa kandang Arema. Berdasarkan laporan kompas.tv, tim asuhan Marcos Santos hanya menelan satu kekalahan dari lima laga kandang terakhir, sebuah data yang memperlihatkan betapa sulitnya mencuri poin di Kanjuruhan.
Marcos Santos juga menyiapkan timnya untuk pertarungan ketat
Dari kubu lawan, perhatian penuh juga diberikan kepada duel ini. Marcos Santos menilai Persis bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata karena datang dengan catatan delapan laga tanpa kalah.
“Persiapan berjalan dengan baik. Kami tahu akan menghadapi lawan yang sulit, lawan yang dalam delapan pertandingan terakhir belum terkalahkan,” kata Marcos Santos.
Pelatih asal Brasil itu menegaskan timnya harus tampil total selama pertandingan. Ia melihat persaingan di papan tengah dan bawah sangat ketat, sehingga hasil satu laga bisa berdampak besar pada posisi klasemen.
“Kami tahu harus berjuang, mempersiapkan diri, dan memberikan segalanya selama 100 menit pertandingan,” ujar Santos.
Rekor pertemuan ikut menambah tekanan
Selain kondisi klasemen dan performa lawan, Persis juga membawa beban dari rekor pertemuan yang kurang menguntungkan. Dalam delapan duel terakhir di berbagai ajang, Persis belum pernah menang atas Arema FC.
Lima pertemuan terakhir juga belum memberi hasil yang ramah bagi Laskar Sambernyawa. Arema sempat menang 1-0, 2-0, dan 3-1, sementara dua laga lain berakhir imbang 1-1 dan 2-2.
Catatan itu membuat pertandingan di Kanjuruhan menjadi ujian mental sekaligus ujian ketenangan bagi Persis. Dengan situasi papan bawah yang masih sangat rapat, hasil di Malang bisa menjadi penentu arah langkah mereka berikutnya, terutama dalam upaya menjauh dari zona berbahaya.
