Mobil listrik mulai masuk ke strategi distribusi perusahaan ketika biaya energi makin ditekan oleh kenaikan harga minyak dunia dan BBM. Di sektor yang bergantung pada pergerakan armada setiap hari, perubahan jenis kendaraan kini dipandang sebagai cara menjaga efisiensi tanpa mengorbankan layanan.
PT Medela Potentia Tbk (MDLA) melalui anak usahanya, PT Anugrah Argon Medica (AAM), menjadi salah satu contoh perusahaan yang ikut bergerak ke arah itu. Bagi MDLA, dekarbonisasi bukan lagi sekadar program tambahan, melainkan respons atas tekanan biaya energi, tuntutan efisiensi operasional, dan kebutuhan mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam model bisnis.
Transisi armada dilakukan bertahap
AAM memulai langkahnya dari kendaraan roda dua sebelum naik ke mobil listrik. Hingga 2025, perusahaan telah mengoperasikan 106 unit motor listrik yang tersebar di 15 cabang di 13 kota.
Pengembangan mobil listrik menjadi tahap lanjutan dari strategi tersebut. Perusahaan menempatkannya sebagai bagian dari upaya memperkuat distribusi berbasis efisiensi energi sekaligus memperluas dampak operasional rendah emisi.
Efisiensi tidak hanya bergantung pada kendaraan
AAM menilai peralihan armada perlu dibarengi kesiapan sistem agar manfaatnya benar-benar terasa di lapangan. Karena itu, perusahaan juga mengoptimalkan rute distribusi, memperkuat infrastruktur pendukung, dan meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia.
Langkah tersebut juga mencakup pelatihan Eco-Driving bagi pengemudi dan tim operasional. Program ini ditujukan untuk meningkatkan keselamatan sekaligus efisiensi energi, karena manfaat kendaraan listrik sangat dipengaruhi pola penggunaan di lapangan.
Penekanan biaya menjadi alasan utama
Di sektor distribusi, biaya energi langsung berdampak pada ongkos harian. Karena itu, kendaraan listrik mulai dilihat sebagai alat kerja yang bisa membantu perusahaan menjaga efisiensi tanpa mengganggu layanan.
Direktur Utama PT Medela Potentia Tbk, Juliwaty, menyebut penggunaan kendaraan listrik tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional. Menurut dia, langkah itu juga memperkuat kesiapan perusahaan untuk menghadirkan layanan distribusi yang cepat, tepat, dan aman.
Peluncuran armada baru jadi sinyal serius
AAM meluncurkan armada mobil listrik pertamanya di Kantor Cabang AAM Jakarta 2 pada Sabtu, 11 April 2026. Penyerahan simbolis armada dilakukan oleh HR & Sustainability Director PT Medela Potentia Tbk, Nancy Kartika, kepada Kepala Cabang AAM Jakarta 2, Ohio Friendzie.
Acara itu turut disaksikan Direktur PT AAM, Budi Lim, bersama jajaran manajemen lainnya. Kehadiran manajemen menunjukkan transisi operasional rendah emisi mulai ditempatkan sebagai agenda korporasi, bukan lagi sekadar uji coba terbatas.
Budi Lim menyampaikan bahwa perusahaan terus mendorong keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan tanggung jawab lingkungan. Ia juga menegaskan inovasi operasional akan terus dikembangkan agar mendukung kinerja bisnis sekaligus memberi kontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan.
Dari sisi hasil, MDLA mencatat penurunan intensitas emisi gas rumah kaca sebesar 20 persen dari baseline pada 2025. Capaian itu menjadi salah satu penanda bahwa pergeseran ke kendaraan listrik tidak hanya terkait penghematan energi, tetapi juga bagian dari praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab.
Source: oto.detik.com