Timnas Kongo harus menghadapi syarat perjalanan yang sangat ketat dari otoritas Amerika Serikat menjelang Piala Dunia 2026. Seluruh pemain, kru, dan ofisial diwajibkan menjalani isolasi selama 21 hari sebelum diizinkan masuk ke wilayah AS.
Ketentuan itu muncul di tengah kekhawatiran terhadap penyebaran virus Ebola. Pemerintah AS menilai langkah tersebut perlu untuk mencegah risiko penularan ketika delegasi Kongo melakukan perjalanan menuju Houston, salah satu markas mereka di turnamen itu.
Di sisi lain, kondisi kesehatan di Kongo ikut membuat pengawasan diperketat. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menaikkan status risiko wabah Ebola galur Bundibugyo di Kongo menjadi sangat tinggi di tingkat nasional.
WHO juga menetapkan wabah yang terjadi di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan internasional. Data yang disebutkan menunjukkan hampir 750 kasus suspek dan 177 kematian suspek sejak wabah mulai merebak di Kongo.
Pemerintah AS ingin memastikan pergerakan rombongan Kongo tidak membuka celah baru bagi penularan lintas negara. Karena itu, aturan isolasi tidak hanya berlaku untuk para pemain, tetapi juga untuk kru dan ofisial yang berdomisili di Kongo.
Andrew Giuliani, Direktur Eksekutif Gugus Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia 2026, meminta delegasi Kongo menjaga sistem bubble selama pemusatan latihan di Belgia. Ia menegaskan bahwa pengaturan itu harus tetap utuh agar rombongan memenuhi syarat perjalanan ke Amerika Serikat.
Kepada Sky Sports, Giuliani menyampaikan bahwa pemerintah AS sudah menjelaskan kewajiban menjaga integritas gelembung tim selama 21 hari. Ia juga menekankan bahwa kegagalan mempertahankan sistem itu dapat membuat mereka tidak bisa bepergian ke AS.
Bagi Kongo, kepatuhan terhadap sistem bubble menjadi hal penting karena tim akan tampil di Houston dan berada di Grup K bersama Portugal, Kolombia, serta Uzbekistan. Situasi itu membuat kelayakan perjalanan mereka menjadi perhatian serius, apalagi seluruh pemain Kongo berkarier di luar negeri, terutama di kompetisi Eropa.
Meski mayoritas pemainnya aktif di luar negeri, aturan yang ditetapkan AS tetap mencakup seluruh delegasi yang terkait dengan tim. Penerapan karantina ini menunjukkan bahwa faktor kesehatan ikut memengaruhi persiapan Kongo menuju Piala Dunia 2026.
