Bank Mandiri Dorong Telur Koperasi di Kendal, Perempuan Desa Jadi Penggerak Utama

Author: Redaksi Android62

Bank Mandiri memperkuat ekosistem ekonomi perempuan di Jawa Tengah melalui dukungan usaha berbasis desa yang menempatkan perempuan sebagai pelaku utama. Program ini menyasar keluarga rentan dan diarahkan untuk membuka sumber pendapatan baru yang lebih berkelanjutan di tingkat rumah tangga.

Di Desa Wonosari, Kabupaten Kendal, dukungan itu diwujudkan lewat penyaluran mesin tetas telur, perlengkapan, dan peralatan lain kepada Koperasi Pemasaran Widuri Karya Nusantara. Skema ini menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Bank Mandiri untuk memperkuat perekonomian kerakyatan.

Fokus pada perempuan produktif

Program tersebut menyasar perempuan produktif berusia 18-45 tahun dari keluarga penerima bantuan sosial desil 1 hingga 4. Mereka didorong menjadi pelaku utama dalam usaha pembesaran ayam petelur berbasis lokal di Desa Wonosari.

Bank Mandiri menempatkan pemberdayaan perempuan sebagai titik penting karena perempuan dinilai punya peran strategis dalam menggerakkan ekonomi rumah tangga. Di saat yang sama, banyak perempuan masih menghadapi keterbatasan akses modal, pelatihan, dan peluang usaha produktif.

Melalui ekosistem layanan yang melibatkan koperasi sebagai offtaker kawasan, hasil produksi para penerima manfaat akan dikumpulkan dan didistribusikan dengan mekanisme harga yang lebih adil dan stabil. Model ini dirancang agar usaha tidak berhenti pada tahap produksi, tetapi terus terhubung sampai distribusi dan pemasaran.

Kolaborasi untuk pengentasan kemiskinan ekstrem

Bantuan tersebut merupakan bagian dari Program Nasional Miskin Ekstrem Pasti Kerja “Emak-Emak Jadi Pengusaha” yang diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat. Program ini mengandalkan kerja sama multipihak untuk mendorong pengentasan kemiskinan ekstrem sekaligus menciptakan usaha produktif.

Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista mengatakan dukungan itu dirancang untuk memperkuat model usaha produktif berbasis kawasan melalui budidaya Ayam Elba sebagai ayam petelur berbasis lokal. Ia menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan membutuhkan sinergi terintegrasi antara pemerintah, sektor swasta, koperasi, dan masyarakat.

Aspek Keterangan
Lokasi Desa Wonosari, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah
Penerima dukungan Koperasi Pemasaran Widuri Karya Nusantara
Kelompok sasaran Perempuan produktif usia 18-45 tahun dari keluarga penerima bantuan sosial desil 1 hingga 4
Bentuk dukungan Mesin tetas telur, perlengkapan, dan peralatan lain

Rantai usaha lokal dan ketahanan pangan

Program budidaya Ayam Elba ini mengintegrasikan rantai nilai usaha dari penetasan bibit, pembesaran ayam, produksi telur, hingga distribusi dan pemasaran. Pola ini diharapkan membuat produksi lebih efisien sekaligus memberi dasar usaha yang lebih kuat di desa.

Inisiatif tersebut juga menjawab kebutuhan masyarakat terhadap sumber protein hewani berkualitas dan memperkuat ketahanan pangan lokal. Bank Mandiri berharap kemampuan produksi bibit secara mandiri lewat mesin tetas telur dapat meningkatkan daya saing rantai pasok setempat.

Perseroan menilai keberhasilan usaha tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk mandiri dan menciptakan dampak ekonomi yang terus berkembang. Karena itu, program ini disiapkan agar dapat direplikasi di berbagai daerah.

Sebagai bagian dari Danantara Indonesia, Bank Mandiri menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan melalui program TJSL. Perusahaan menegaskan akan menjaga perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong ekonomi kerakyatan dan dampak sosial yang berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia.

Source: keuangan.kontan.co.id
Berita Terbaru