BGN Tinjau Insentif Dapur MBG Rp 6 Juta per Hari yang Tetap Cair Saat Libur

Author: Redaksi Android62

Badan Gizi Nasional (BGN) mengevaluasi skema insentif Rp 6 juta per hari untuk dapur pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peninjauan dilakukan karena pembayaran sebelumnya tetap dihitung pada hari libur nasional dan masa libur sekolah.

Skema tersebut memberi insentif kepada setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama 313 hari dalam setahun. Angka itu diperoleh dari 365 hari kalender yang dikurangi 52 hari Minggu.

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menilai metode penghitungan itu perlu dibenahi agar lebih sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik dan keadilan. Sorotan utamanya adalah potensi pembayaran tetap berjalan ketika kegiatan dapur tidak berlangsung seperti pada hari operasional biasa.

“Dari 365 hari dikurangi 52 hari Minggu dalam setahun. Artinya, mau Natal, mau Lebaran, mau libur sekolah, mau Iduladha, tetap diberikan,” kata Agustina dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI. Pernyataan tersebut dikutip health.detik.com pada Minggu (19/7/2026).

Perhitungan Insentif 313 Hari

Komponen Jumlah Keterangan
Hari dalam setahun 365 hari Dasar penghitungan kalender
Hari Minggu 52 hari Dikurangi dari total hari kalender
Hari penerima insentif 313 hari Termasuk libur nasional dan libur sekolah

Dengan pola tersebut, hari libur selain Minggu tetap masuk dalam periode pembayaran insentif. BGN menilai mekanisme itu perlu ditelaah dari sisi kewajaran substansi dan kebutuhan operasional di lapangan.

Agustina menegaskan evaluasi bukan berarti BGN mengabaikan kebijakan yang dibuat pimpinan sebelumnya. Kebijakan lama tetap dipandang sebagai keputusan institusi yang dapat disempurnakan sesuai kebutuhan saat ini.

“Sekarang kami dalam posisi untuk yuk kita benahi,” ujar Agustina. Ia menyebut penataan dilakukan agar aturan pelaksanaan MBG lebih sejalan dengan good governance dan fairness.

Alasan Insentif Pernah Diberikan

Insentif Rp 6 juta per hari sebelumnya diberikan karena mitra menanggung risiko operasional SPPG. Pemerintah tidak membiayai secara langsung pembangunan dapur maupun seluruh kegiatan operasional hariannya.

Mitra menjalankan pembiayaan sejak tahap pembangunan hingga aktivitas dapur sehari-hari. Insentif dari pemerintah kemudian menjadi bentuk dukungan bagi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Pergantian kepemimpinan di BGN mendorong penghitungan ulang kebutuhan anggaran MBG secara menyeluruh. Penataan itu mencakup mekanisme insentif bagi SPPG yang menjadi pelaksana program di lapangan.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya mengatakan penataan diperlukan agar total kebutuhan anggaran MBG dapat dihitung lebih cermat. Langkah tersebut juga berkaitan dengan upaya efisiensi belanja negara.

“Dari proses penataan akan kita hitung dengan lebih cermat sesungguhnya anggaran yang dibutuhkan untuk program MBG ini totalnya berapa,” kata Prasetyo. Hasil evaluasi BGN nantinya akan menentukan apakah skema pembayaran selama 313 hari dipertahankan atau disesuaikan.

Berita Terbaru