Minuman tanpa gula berlebih dapat menjadi pilihan pendamping saat mengatur berat badan, terutama bila menggantikan konsumsi minuman tinggi kalori. Sejumlah racikan rumahan dinilai berpotensi mendukung metabolisme, rasa kenyang, atau pembakaran lemak.
Potensi tersebut bukan cara instan untuk memangkas berat badan dalam waktu singkat. Hasilnya tetap perlu ditopang pola makan seimbang dan aktivitas fisik yang konsisten.
| Minuman | Kandungan atau Potensi | Catatan |
|---|---|---|
| Teh hijau | Katekin dan kafein | Dapat mendukung metabolisme serta pembakaran lemak |
| Teh hitam | Polifenol dan flavonoid | Berpotensi membantu mengatur asupan kalori dan lemak |
| Teh jahe | Efek kenyang dan termik | Dapat membantu menekan rasa lapar |
| Kopi | Kafein | Sebaiknya tidak ditambah banyak gula atau pemanis |
| Cuka apel | Asam asetat | Perlu dibatasi karena sifatnya asam |
| Teh putih | Antioksidan dan EGCG | Manfaatnya dikaji bersama diet dan olahraga |
| Teh oolong | Kafein dan katekin | Bukti penurunan berat badan jangka panjang masih terbatas |
Health.detik.com merangkum tujuh minuman yang memiliki sejumlah temuan terkait pengelolaan berat badan. Manfaat tiap minuman berbeda, sementara kekuatan buktinya juga tidak sama.
Pilihan minuman tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh dan pola konsumsi sehari-hari. Penambahan gula, pemanis, atau bahan tinggi kalori dapat mengurangi manfaat yang diharapkan.
1. Teh hijau
Teh hijau mengandung katekin, antioksidan yang diduga membantu penggunaan energi serta memengaruhi metabolisme lemak. Kafeinnya juga dapat menunjang energi dan performa saat berolahraga.
Tinjauan terhadap 14 studi mengaitkan ekstrak teh hijau berkatekin tinggi selama 12 minggu dengan penurunan berat badan sekitar 0,2 hingga 3,5 kilogram lebih besar. Matcha disebut memiliki katekin lebih tinggi daripada teh hijau biasa dan pernah dikaitkan dengan pembakaran lemak lebih besar ketika berolahraga.
2. Teh hitam
Teh hitam diproses melalui oksidasi lebih lama sehingga menghasilkan warna lebih gelap dan rasa lebih kuat. Minuman ini kaya polifenol, terutama flavonoid yang termasuk antioksidan.
Polifenol dalam teh hitam berpotensi membantu mengurangi asupan kalori, meningkatkan pemecahan lemak, dan mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus. Penelitian pada 111 orang mengaitkan konsumsi tiga cangkir per hari selama tiga bulan dengan penurunan berat badan dan lingkar pinggang yang lebih besar dibanding kelompok kontrol.
3. Teh jahe
Jahe dikenal sebagai rempah yang lama digunakan untuk membantu keluhan mual, pilek, dan radang sendi. Sejumlah penelitian pada manusia serta hewan juga menilai potensinya bagi pengelolaan berat badan.
Dalam studi pada pria dengan kelebihan berat badan, seduhan 2 gram bubuk jahe saat sarapan dikaitkan dengan rasa kenyang yang lebih lama dan rasa lapar yang lebih rendah. Teh jahe juga meningkatkan efek termik makanan sekitar 43 kalori, tetapi tetap perlu dipadukan dengan kebiasaan sehat lain.
4. Kopi
Kafein dalam kopi bekerja sebagai stimulan yang dapat meningkatkan energi dan kewaspadaan. Sejumlah penelitian juga menunjukkan kaitannya dengan asupan kalori yang lebih rendah, metabolisme, dan pembakaran lemak.
Penelitian pada 33 orang dewasa dengan kelebihan berat badan menemukan kopi dengan 6 mg kafein per kilogram berat badan berkaitan dengan asupan kalori lebih rendah. Konsumsi kopi sebaiknya dalam jumlah wajar tanpa tambahan gula atau pemanis berlebihan.
5. Cuka apel
Cuka apel mengandung asam asetat yang diduga dapat memengaruhi kadar insulin, metabolisme, nafsu makan, dan pembakaran lemak. Meski begitu, bukti pada manusia mengenai manfaatnya masih terbatas.
Penelitian terhadap 144 orang dengan obesitas mengaitkan minuman berisi 2 sendok makan atau 30 ml cuka per hari dengan penurunan berat badan, lingkar pinggang, dan lemak perut yang lebih besar daripada plasebo. Karena bersifat asam, konsumsi berlebihan dapat mengikis email gigi dan sebaiknya diikuti berkumur dengan air.
6. Teh putih
Teh putih menjalani proses pengolahan paling sedikit dibandingkan jenis teh lainnya sehingga rasanya cenderung ringan. Pengolahan minim tersebut membantu mempertahankan antioksidan antiradang dan epigallocatechin gallate atau EGCG.
Teh putih diduga dapat mempercepat pemecahan sel lemak sekaligus menghambat pembentukan sel lemak baru. Penelitian yang tersedia mengaitkannya dengan perubahan berat badan, lingkar pinggang, dan indeks massa tubuh pada peserta yang juga menjalani diet serta olahraga.
7. Teh oolong
Teh oolong berasal dari tanaman yang sama dengan teh hijau, tetapi melalui proses fermentasi sebagian. Minuman ini mengandung kafein dan katekin yang dapat memberi dorongan kecil pada metabolisme serta pembakaran lemak.
Studi kecil pada 12 orang menemukan peminum teh oolong membakar sekitar 3 persen lebih banyak kalori dan 12 persen lebih banyak lemak dibanding peminum air putih. Studi tersebut tidak mengukur perubahan berat badan, sehingga manfaat jangka panjangnya pada manusia belum dapat dipastikan.
