Bio Farma memproyeksikan efisiensi operasional hingga 40 persen setelah mulai menggunakan Compressed Natural Gas atau CNG di fasilitas produksinya di Bandung. Pasokan gas sebesar 300.000 m³ per bulan tersebut menjadi langkah baru perusahaan dalam mengelola kebutuhan energi produksi vaksin.
Penghematan ini penting karena proses pembuatan vaksin memerlukan energi yang andal dan tersedia secara berkelanjutan. Gangguan pada pasokan energi dapat berdampak langsung pada kelancaran kegiatan produksi di fasilitas tersebut.
Bio Farma merupakan produsen vaksin terbesar di Asia Tenggara dengan produk yang digunakan di lebih dari 150 negara. Karena itu, keandalan energi bukan hanya berkaitan dengan biaya operasional, tetapi juga dengan kesinambungan produksi untuk sektor kesehatan.
Rincian Pemanfaatan Gas di Bandung
| Aspek | Rincian |
|---|---|
| Lokasi pemanfaatan | Fasilitas produksi Bio Farma di Bandung |
| Pasokan gas | 300.000 m³ per bulan |
| Proyeksi efisiensi | Hingga 40 persen |
| Layanan penyaluran | Gaslink milik PGN Gagas |
Pemanfaatan CNG ini dijalankan melalui kerja sama Bio Farma dengan PT Gagas Energi Indonesia atau PGN Gagas. Kolaborasi tersebut menjadi penggunaan CNG pertama dalam kegiatan operasional produksi Bio Farma.
Peresmian kerja sama dilakukan di kompleks PT Bio Farma (Persero) di Bandung dengan kehadiran jajaran direksi kedua perusahaan. Dalam keterangan tertulis pada Kamis, 16 Juli 2026, Direktur Operasi Bio Farma Iin Susanti menyebut CNG sebagai bagian dari arah penggunaan energi yang lebih bersih.
“BioFarma berkomitmen untuk menerapkan implementasi prinsip ESG salah satunya melalui pemanfaatan bahan bakar yang rendah emisi dan lebih ramah lingkungan seperti CNG,” ujar Iin. Pemakaian bahan bakar ini ditempatkan dalam upaya penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan.
Penyaluran untuk Sektor Esensial
Direktur Utama PGN Gagas Santiaji Gunawan menilai masuknya Bio Farma memperluas pemanfaatan CNG ke sektor yang menopang kebutuhan dasar masyarakat. Sektor kesehatan dipandang membutuhkan dukungan energi yang stabil agar kegiatan produksinya dapat terus berjalan.
Menurut Santiaji, menjaga aliran gas ke Bio Farma turut membantu menopang salah satu fondasi akses kesehatan masyarakat. Pernyataan itu menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya diposisikan sebagai transaksi energi, melainkan juga dukungan bagi fasilitas produksi vaksin.
PGN Gagas menyediakan gas di luar jaringan pipa melalui CNG dan liquefied natural gas atau LNG. Layanan ini ditujukan bagi pelanggan industri dan komersial yang belum terhubung ke jaringan pipa gas bumi.
Penyaluran kepada pelanggan dilakukan melalui layanan Gaslink, termasuk dukungan jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas. PGN Gagas merupakan anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk yang bergerak dalam penyediaan serta distribusi gas beyond pipeline.
Portofolio Pelanggan Terus Bertambah
Hingga Juni 2026, Gaslink telah melayani lebih dari 600 pelanggan industri dan komersial. Total penyalurannya hampir mencapai 11 BBTUD, menunjukkan perluasan penggunaan gas di luar jaringan pipa.
Kerja sama dengan Bio Farma menambah pelanggan Gaslink dari sektor kesehatan yang dinilai strategis. Bagi Bio Farma, CNG membuka pilihan bahan bakar beremisi lebih rendah, sedangkan bagi PGN Gagas, kolaborasi ini memperkuat jangkauan solusi gas untuk industri esensial.
Source: www.medcom.id






