Bitcoin Bertahan Di Atas US$61.000, Pasar Menanti Sinyal Baru Dari PPI AS

Bitcoin masih bertahan di atas level US$61.000 saat pasar kripto menunggu rilis data Indeks Harga Produsen atau Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat. Pada Kamis, 11 Juni 2026, pukul 08.00 WIB, aset kripto terbesar itu diperdagangkan di kisaran US$61.900 atau sekitar Rp1,1 miliar per koin.

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir relatif datar dan belum menunjukkan dorongan arah yang kuat. Kondisi itu membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati sambil menantikan petunjuk lanjutan dari data inflasi berikutnya.

Pasar merespons CPI Mei dengan tenang

Ketahanan Bitcoin terjadi setelah Amerika Serikat merilis data Consumer Price Index (CPI) periode Mei. Inflasi tahunan tercatat 4,2 persen, naik dari 3,8 persen pada bulan sebelumnya, tetapi laju bulanan justru melambat menjadi 0,5 persen dari 0,6 persen.

Inflasi inti atau Core CPI juga muncul lebih baik dari perkiraan. Secara bulanan angkanya 0,2 persen, lebih rendah dari proyeksi 0,3 persen, sedangkan secara tahunan stabil di 2,9 persen.

Data tersebut meredakan kekhawatiran terhadap tekanan harga yang lebih tinggi. Pasar pun semakin memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan 17 Juni mendatang.

Volume pasar kripto masih tertahan

Di tengah sikap wait and see, dominasi Bitcoin terhadap total pasar kripto tercatat di level 58,90 persen. Kapitalisasi pasar kripto global juga turun tipis 0,65 persen menjadi sekitar US$2,10 triliun.

Meski pasar utama bergerak tenang, sebagian aset digital lain justru mencatat lonjakan tajam. Velvet (VELVET) memimpin penguatan dengan kenaikan 126 persen, disusul OlaXBT (AIO) yang naik 55,65 persen dan Xetra (STRAX) yang menguat 53,10 persen.

Di sisi lain, tekanan jual juga masih terlihat pada beberapa aset. TX (TX) melemah paling dalam setelah turun 31,15 persen, sementara Zerobase (ZBT) terkoreksi 24,05 persen dan TrueFi (TRU) turun 23,65 persen.

Fokus beralih ke data PPI AS

Rilis PPI hari ini menjadi perhatian utama karena dapat memberi gambaran lanjutan mengenai tekanan harga di tingkat produsen. Konsensus pasar memperkirakan PPI tahunan naik menjadi 6,4 persen dari sebelumnya 6 persen.

Jika hasil aktual tidak jauh dari perkiraan, pasar kemungkinan mempertahankan sikap hati-hati sambil menunggu sinyal kebijakan moneter berikutnya. Arah Bitcoin dalam jangka pendek pun masih sangat dipengaruhi oleh sentimen inflasi AS dan ekspektasi suku bunga The Fed.

Pasar tradisional dan sektor blockchain ikut bergerak

Di luar kripto, sejumlah aset tradisional justru mengalami tekanan. Harga emas terkoreksi tajam dari level tertingginya tahun ini, sementara harga perak juga turun signifikan dalam beberapa sesi terakhir.

Perhatian investor global juga tertuju pada rencana pencatatan saham SpaceX di Nasdaq pada 12 Juni 2026. Minat investor dilaporkan sangat tinggi dengan nilai pemesanan mencapai sekitar US$250 miliar, atau hampir empat kali lipat dari target awal.

Dari industri blockchain, Chainlink (LINK) mendapat dorongan dari penggunaan teknologinya oleh platform pasar prediksi Myriad. Teknologi oracle Chainlink akan menjadi infrastruktur utama untuk mendukung penyelesaian pasar prediksi selama gelaran Piala Dunia FIFA 2026.

Pyth Network (PYTH) juga memperkenalkan produk baru bernama Pyth Indices. Layanan ini menghadirkan indeks aset tunggal yang beroperasi 24 jam penuh dan mencakup saham Amerika Serikat, logam mulia, hingga komoditas energi seperti minyak mentah WTI dan Brent.

Melalui inovasi tersebut, Pyth berupaya menyediakan referensi harga yang berkelanjutan untuk aset-aset tradisional yang selama ini hanya diperdagangkan pada jam operasional bursa tertentu. Di tengah menunggu data PPI, pasar masih menimbang arah berikutnya dari kebijakan inflasi dan suku bunga di Amerika Serikat.

Source: www.medcom.id

Berita Terkait