BitMine Immersion Technologies kembali menambah Ethereum ketika pasar kripto masih tertekan, dengan pembelian hampir $43 juta ETH dalam sepekan terakhir. Langkah itu membuat posisi perusahaan semakin jauh dari pendekatan Strategy, yang tidak menambah Bitcoin pada periode yang sama.
Perbedaan strategi dua perusahaan treasury kripto ini muncul di tengah pelemahan harga aset digital utama. BitMine justru mempertegas pilihannya pada Ethereum, sementara Strategy memilih menahan pembelian Bitcoin saat sentimen pasar melemah.
Posisi BitMine makin berat ke Ethereum
Portofolio BitMine kini memegang lebih dari 5,7 juta ETH dengan nilai sekitar $9 miliar. Di sisi lain, perusahaan itu masih menyimpan sekitar 206 Bitcoin senilai $12,3 juta.
Komposisi tersebut menegaskan bahwa fokus utama BitMine ada pada Ethereum, meski tetap mempertahankan sebagian kecil eksposur terhadap Bitcoin. Pilihan itu juga menjadi sinyal bahwa perusahaan masih percaya pada prospek jangka panjang aset tersebut.
Tom Lee tetap melihat peluang di tengah tekanan harga
Ketua BitMine, Tom Lee, menyebut pekan lalu berat bagi investor kripto karena ETH turun 8%. Ia menilai situasi pasar dipengaruhi oleh tekanan akhir kuartal Juni, ketika investor cenderung melakukan window dressing dan mengurangi kepemilikan pada aset yang melemah dalam tiga bulan terakhir.
Lee juga menyoroti sejumlah perkembangan yang menurutnya positif bagi ekosistem Ethereum. Di antaranya adalah pembentukan Ethlabs serta sikap Bank of England yang melunak terhadap stablecoin.
Ethlabs merupakan lab riset dan pengembangan nirlaba baru yang berfokus pada masa depan jaringan Ethereum dan aset aslinya. Lembaga ini didukung secara finansial oleh BitMine dan pesaing treasury firm Sharplink.
Lee menambahkan bahwa prospek kripto tetap cerah dan perusahaan masih memegang orientasi jangka panjang. Ia menyoroti dorongan dari agentic payments serta adopsi institusional terhadap crypto rails sebagai faktor pendukung.
Tekanan masih terasa di ETH, Bitcoin, dan saham BMNR
Harga Ethereum memang masih jauh dari puncaknya. Dalam satu bulan perdagangan terakhir, ETH turun 22% dan baru-baru ini berpindah tangan di $1,567, atau 68% di bawah rekor tertingginya di $4,946.
Bitcoin juga melemah, meski penurunannya tidak sedalam ETH. Aset itu turun 19% dalam satu bulan terakhir dan lebih dari 52% dari rekor tertingginya di $126,080, dengan harga $59,324 pada Senin.
| Aset | Pergerakan Terbaru | Harga Terkini | Jarak dari Rekor Tertinggi |
|---|---|---|---|
| ETH | Turun 22% dalam satu bulan | $1,567 | 68% di bawah $4,946 |
| Bitcoin | Turun 19% dalam satu bulan | $59,324 | Lebih dari 52% di bawah $126,080 |
| BMNR | Turun hampir 17% dalam lima hari, lebih dari 31% dalam satu bulan | $13.21 | Lebih dari 91% di bawah 52-week high $161 |
Tekanan pasar juga tercermin pada saham BMNR. Dalam lima hari perdagangan terakhir, saham BitMine turun hampir 17% dan lebih dari 31% dalam satu bulan, terakhir berada di $13.21 atau turun sekitar 2,6% pada awal perdagangan Senin.
Posisi itu membuat saham BMNR berada jauh di bawah puncaknya. Nilainya kini merosot lebih dari 91% dari level 52-week high $161 yang tercapai tak lama setelah perusahaan mengadopsi strategi treasury Ethereum pada Juni lalu.
Strategy mengambil langkah berbeda
Berbeda dari BitMine, Strategy tidak menambah Bitcoin pekan lalu. Perusahaan yang dipimpin Michael Saylor itu selama beberapa tahun dikenal agresif membeli BTC hampir setiap minggu.
Kali ini, Strategy memilih menahan pembelian di tengah sorotan atas penawaran preferred equity STRC yang jatuh ke level terendah baru pada Jumat. Perusahaan tersebut juga telah menyetujui rencana menjual hingga $1,25 miliar Bitcoin untuk memperkuat kas demi pembayaran dividen.
Langkah yang berlawanan ini membuat peta strategi dua pemain besar treasury kripto semakin jelas. BitMine tetap menambah eksposur ke Ethereum, sementara Strategy justru mengerem laju akumulasi Bitcoin di tengah tekanan pasar yang belum mereda.
