BMKG memperkirakan gelombang laut di sejumlah perairan selatan Bali dapat mencapai 4 meter dan meminta masyarakat menunda aktivitas laut selama periode 8 Mei hingga 11 Mei. Peringatan ini menjadi perhatian serius karena berpotensi mengganggu pelayaran, penyeberangan, serta kegiatan wisata bahari di wilayah yang ramai aktivitas kapal.
Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar, Wulan Wandarana, menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh dinamika atmosfer dan laut di sekitar Bali. Dalam pemantauan BMKG, gelombang tinggi berpeluang muncul di Selat Badung, perairan Selatan Bali, dan Selat Lombok bagian Selatan.
Di tiga wilayah itu, ketinggian gelombang diperkirakan bisa menyentuh 4 meter. Situasi seperti ini dinilai perlu diwaspadai oleh nelayan, operator kapal penyeberangan, dan pelaku wisata air karena kondisi laut dapat berubah cepat.
Selain wilayah dengan gelombang tertinggi, BMKG juga mencatat adanya gelombang sedang di Selat Bali bagian Selatan dan Selat Lombok bagian Utara. Tingginya berada pada kisaran 1,25 meter hingga 2,5 meter, sehingga tetap memerlukan perhatian dari pihak yang beraktivitas di laut.
Meski tidak setinggi wilayah pemantauan utama, gelombang di atas 2 meter tetap masuk kategori yang membutuhkan kewaspadaan ekstra. Hal itu berkaitan dengan keselamatan pelayaran kecil, perjalanan penyeberangan, dan aktivitas melaut yang sangat bergantung pada kondisi permukaan laut.
Perairan selatan Bali menjadi salah satu area yang perlu mendapat perhatian lebih karena kerap dilalui kapal dan juga digunakan untuk wisata bahari. Saat gelombang meningkat, stabilitas kapal, jarak pandang, dan keselamatan penumpang dapat ikut terdampak.
Cuaca darat ikut perlu dipantau
Tidak hanya kondisi laut, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini soal potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Bali. Pada periode Kamis 7 Mei hingga Jumat 8 Mei, hujan lebat diperkirakan berpeluang terjadi di Kabupaten Buleleng, Jembrana, dan Tabanan.
Pantauan lapangan pada Kamis siang menunjukkan cuaca di Kabupaten Badung masih cerah dengan sinar matahari yang terasa cukup menyengat. Namun, kondisi itu memperlihatkan bahwa cuaca di Bali bisa berubah cepat meski pada siang hari sebagian wilayah masih tampak normal.
BMKG turut mencatat kecepatan angin berada pada kisaran 4 hingga 35 km/jam. Arah angin umumnya bertiup dari Timur menuju Tenggara dan dapat ikut memengaruhi kondisi permukaan laut di perairan Bali.
Dengan situasi yang dinamis tersebut, masyarakat diminta memantau informasi resmi BMKG secara berkala. Wisatawan, nelayan, dan pelaku transportasi laut juga disarankan menunda atau membatasi aktivitas di perairan Selatan Bali dan Selat Badung selama periode gelombang tinggi berlangsung.
Source: mediaindonesia.com