Kolektor Masih Memburunya, SOIB Racer 400 Tawarkan Aura Inggris 70-an dan Harga Terjangkau

Author: Redaksi Android62

Di tengah pasar motor bekas, SOIB Racer 400 masih punya tempat khusus karena membawa paket yang jarang ditemui pada motor baru. Motor ini menggabungkan aura motor Inggris era 1970-an, mesin bertorsi kuat, dan basis yang menarik untuk modifikasi custom.

Daya tariknya tidak berhenti pada tampilan. SOIB Racer 400 juga dikenal sebagai salah satu moge 400 cc resmi paling terjangkau di Indonesia saat pertama kali hadir, sehingga namanya cepat menempel di benak kolektor dan penggemar motor klasik.

Nuansa klasik yang terasa sejak pandangan pertama

SOIB Racer 400 tampil dengan pendekatan sederhana yang justru memperkuat karakter retro-nya. Hampir tidak ada panel plastik, lalu lampu depan bulat, spakbor besi, serta panel instrumen analog model dual cluster membuat kesan lawasnya semakin kuat.

Bentuk tangki bahan bakarnya juga mendukung identitas tersebut. Model teardrop dengan kapasitas 13 liter dipadukan dengan jok datar, sementara velg jari-jari 19 inci di depan dan 18 inci di belakang memberi proporsi khas motor tracker dan classic sport.

Kombinasi itu membuat tampilannya tidak sekadar meniru gaya retro. Banyak orang melihatnya sebagai motor yang benar-benar membawa rasa motor Inggris era 1970-an, bukan hanya sekadar memakai aksesori bernuansa klasik.

Mesin satu silinder yang mengutamakan torsi

Di balik tampilannya yang sederhana, SOIB Racer 400 dibekali mesin satu silinder 397,2 cc, SOHC, 4 katup, dengan pendingin oli. Mesin ini menghasilkan tenaga 27 hp pada 7.000 rpm dan torsi 32 Nm pada 5.500 rpm.

Karakter utamanya ada pada dorongan di putaran bawah hingga menengah. Tarikannya terasa mudah dikendalikan untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak menengah, apalagi bobotnya relatif ringan dibanding varian Adventure.

Meski hanya satu silinder, desain kepala silindernya memiliki dua saluran pembuangan. Konfigurasi itu membuatnya bisa memakai knalpot ganda di sisi kanan dan kiri, sekaligus memberi tampilan yang sekilas menyerupai motor bermesin dua silinder.

Namun, seperti kebanyakan motor satu silinder besar, getaran mulai terasa saat putaran mesin melewati 5.000 rpm. Karena itu, motor ini lebih cocok dipakai dalam rentang putaran yang santai ketimbang digeber terus-menerus.

Cocok untuk perjalanan santai dan harian

SOIB Racer 400 tidak dibangun untuk mengejar performa tinggi semata. Posisi berkendaranya dibuat lebih rileks, dengan setang yang relatif tinggi dan tinggi jok 790 mm yang masih ramah untuk pengendara dengan postur sekitar 165 cm.

Karakter tersebut membuatnya enak dipakai untuk perjalanan jauh yang tidak menuntut posisi agresif. Kecepatan jelajah idealnya berada di kisaran 80 hingga 100 km/jam, dan pada rentang itu torsinya masih terasa membantu saat akselerasi maupun saat perlu menyalip.

Fokus pada kenyamanan ini ikut memperkuat identitasnya sebagai motor retro yang fungsional. Bukan hanya tampil menarik, motor ini juga tetap masuk akal dipakai dalam rutinitas harian atau touring santai.

Kuat sebagai basis motor custom

Popularitas SOIB Racer 400 juga didorong oleh potensinya sebagai bahan modifikasi. Rangka model cradle dengan subframe belakang yang relatif lurus memberi ruang besar untuk berbagai aliran custom.

Cafe Racer bisa dibentuk lewat setang jepit dan buntut tawon, sedangkan Scrambler atau Tracker bisa diwujudkan dengan ubahan yang tidak terlalu rumit. Untuk dua aliran terakhir, pemilik cukup menyesuaikan ban menjadi dual purpose dan mengatur ulang posisi knalpot agar tampilannya lebih proporsional.

Sifat dasarnya yang sederhana membuat motor ini sering disebut sebagai kanvas kosong bagi builder. Itulah yang membuatnya tetap relevan di kalangan pecinta motor custom, meski populasinya kini tidak sebanyak dulu.

Harga awal yang dulu membuatnya menonjol

Saat diperkenalkan di IIMS 2015, SOIB Racer 400 dibanderol sekitar Rp65 jutaan. Pada masa itu, angka tersebut menempatkannya sebagai salah satu motor 400 cc resmi paling murah di Indonesia.

Posisi harga itu sangat kontras dengan motor 400 cc asal Jepang maupun Eropa yang umumnya sudah berada di angka ratusan juta rupiah. Dari situ, SOIB Racer 400 memperoleh citra sebagai motor unik yang masih lebih mudah dijangkau dibanding banyak rival sekelasnya.

Kini unitnya sudah tergolong langka di pasaran. Meski begitu, gabungan desain timeless, mesin berkarakter, dan fleksibilitas modifikasinya masih membuat SOIB Racer 400 terus dicari oleh kolektor dan penggemar motor lawas.

Berita Terbaru