Bocor Urine Saat Tertawa atau Batuk, Tanda Gangguan Panggul yang Sering Diabaikan

Author: Redaksi Android62

Kebocoran urine saat batuk, tertawa, atau melompat bukan keluhan kecil yang patut dianggap wajar. Kondisi itu dapat menjadi tanda disfungsi dasar panggul, yaitu gangguan pada otot-otot yang menopang organ di area panggul.

Masalah ini juga kerap muncul bersama keluhan lain, seperti sulit menahan buang angin atau buang air besar. Karena gejalanya sering dipandang biasa, banyak perempuan baru menyadari gangguan tersebut ketika keluhan makin sering terjadi dan mulai mengganggu aktivitas harian.

Apa yang terjadi pada dasar panggul

Dasar panggul memiliki peran penting dalam menopang organ di area panggul serta membantu proses berkemih, buang air besar, dan fungsi seksual. Saat otot-otot ini melemah atau tidak bekerja optimal, berbagai fungsi itu bisa ikut terganggu.

dr Yeni, spesialis obstetri dan ginekologi, menyebut gejalanya dapat terlihat dari urine yang bocor saat batuk, loncat, atau tertawa. Ia juga menambahkan bahwa sebagian penderita mengalami kesulitan menahan buang angin hingga buang air besar.

Faktor pemicu yang sering ditemui

Disfungsi dasar panggul dapat dipicu oleh sejumlah kondisi yang kerap dialami perempuan. Kehamilan, persalinan normal, obesitas, penuaan yang berkaitan dengan penurunan hormon estrogen, serta riwayat operasi di area panggul termasuk di antaranya.

Kombinasi faktor tersebut dapat melemahkan dukungan otot terhadap organ panggul. Akibatnya, penderita tidak hanya mengalami inkontinensia urine, tetapi juga gangguan pengendalian buang air besar dan fungsi seksual.

Keluhan yang sering tidak tercatat

Banyak kasus disfungsi dasar panggul tidak terdeteksi karena gejalanya dianggap sebagai bagian normal dari penuaan atau dampak setelah melahirkan. Sikap tersebut membuat keluhan sering baru diperiksa ketika kondisinya sudah berulang dan mengganggu kenyamanan.

Dampaknya tidak berhenti pada aktivitas fisik. Kondisi ini juga dapat menekan kesehatan mental, menurunkan rasa percaya diri, dan memengaruhi hubungan sosial.

Stigma membuat banyak penderita diam

dr Yeni menegaskan bahwa tantangan utama bukan hanya pada gejalanya, tetapi juga stigma yang membuat banyak perempuan enggan menceritakan keluhannya. Akibatnya, masalah tidak segera diperiksa dan penanganan pun tertunda.

Ia menyebut situasi ini sebagai under-reporting, yaitu kondisi ketika kasus tidak banyak dilaporkan meski nyata terjadi. Menurutnya, masalah ini dapat ditangani dengan pendekatan multidisiplin sehingga pemeriksaan tidak seharusnya ditunda.

Kapan perlu memeriksakan diri

Pemeriksaan sebaiknya dilakukan bila urine sering bocor saat batuk, tertawa, atau beraktivitas fisik. Keluhan yang berulang juga perlu diperhatikan bila disertai sulit menahan buang air besar atau buang angin.

Pemeriksaan dini membantu tenaga kesehatan menemukan diagnosis yang tepat dan menentukan penanganan yang sesuai. Dengan begitu, kualitas hidup tetap bisa dijaga meski ada gangguan pada dasar panggul.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru