Ring Jantung Bukan Jaminan Aman, Sumbatan Bisa Kembali Jika Risiko Tak Dikendalikan

Author: Redaksi Android62

Penyumbatan pembuluh darah koroner masih bisa muncul lagi setelah pemasangan ring jantung, terutama bila faktor risikonya tidak dikendalikan dengan baik. Kondisi itu dapat terjadi di dalam ring yang sudah terpasang, pada bagian lain pembuluh darah yang sama, atau bahkan di pembuluh darah koroner yang berbeda.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Mitra Keluarga Kemayoran, Nancy Virginia, menegaskan bahwa pemasangan ring hanya membuka sumbatan yang terjadi saat itu. Menurut dia, penyakit jantung koroner tetap dapat berkembang jika akar masalahnya tidak dibenahi.

Sumbatan bisa kembali di lokasi yang berbeda

Nancy menjelaskan bahwa penyumbatan ulang tidak selalu muncul di titik yang sama dengan tindakan sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan jangka panjang tidak hanya bergantung pada prosedur medis, tetapi juga pada kondisi kesehatan pasien setelah ring dipasang.

Dalam acara Love The Beat di Jakarta, Sabtu, 13 Juni 2026, ia menyampaikan bahwa faktor teknis saat prosedur memang berpengaruh. Namun, hasil jangka panjang sangat ditentukan oleh pengendalian risiko setelah tindakan dilakukan.

Faktor risiko yang perlu dijaga

Risiko sumbatan ulang meningkat bila hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi tidak terkontrol. Kebiasaan merokok juga mempercepat kerusakan pembuluh darah dan dapat memicu terbentuknya sumbatan baru.

Nancy menegaskan, “Sebagus apa pun teknik pemasangan, sebaik apa pun hasil tindakan, bahkan semahal apa pun ring yang digunakan, jika faktor-faktor risiko tersebut tidak terkontrol dengan baik, maka sumbatan dapat terbentuk kembali.”

Perubahan gaya hidup tetap dibutuhkan

Menurut Nancy, obat dan tindakan medis saja belum cukup untuk menjaga kesehatan jantung. Pasien tetap perlu menjalani perubahan gaya hidup secara konsisten agar kadar kolesterol lebih terkendali dan risiko penyumbatan ulang bisa ditekan.

Langkah dasar yang dianjurkan adalah memilih makanan dengan lebih bijak dan menerapkan pola makan sehat. Asupan harian sangat memengaruhi kadar kolesterol dalam tubuh, sehingga kebiasaan makan menjadi bagian penting dari pencegahan.

Olahraga, berat badan, dan kebiasaan harian

Aktivitas fisik rutin juga perlu dijaga dalam keseharian. Nancy merekomendasikan olahraga 30 menit per hari, dengan frekuensi lima hingga tujuh kali dalam seminggu.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga berat badan ideal, berhenti merokok, menghindari penggunaan vape, dan membatasi konsumsi alkohol. Menurut Nancy, kebiasaan tersebut membantu memperbaiki profil kolesterol secara keseluruhan serta menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

Kontrol rutin dan pengobatan tidak boleh putus

Bagi pasien yang memiliki risiko tinggi dan sudah mendapat terapi dari dokter, kepatuhan pada pengobatan menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Jadwal kontrol rutin juga diperlukan agar perkembangan kondisi dapat dipantau dan penanganan diberikan tepat waktu.

Nancy menyebut evaluasi kadar kolesterol umumnya bisa dilakukan setelah sekitar tiga bulan menjalani pola makan sehat dan kebiasaan hidup yang lebih baik secara konsisten. Dengan pemantauan yang baik, risiko penyumbatan ulang dapat ditekan lebih optimal setelah pemasangan ring jantung.

Source: lifestyle.bisnis.com
Berita Terbaru