Borobudur Marathon 2026 Naik ke 12.500 Pelari, Medali Khusus Siap untuk Peserta Setia

Author: Redaksi Android62

Bank Jateng Borobudur Marathon 2026 menargetkan 12.500 pelari, naik 1.000 kuota dibanding penyelenggaraan tahun sebelumnya. Pada edisi ke-10 ini, panitia juga menyiapkan medali apresiasi khusus bagi peserta yang sudah mengikuti ajang tersebut lebih dari empat kali.

Perayaan satu dekade lomba lari di kawasan Candi Borobudur itu mengusung tema A Decade of Legacy. Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung di Magelang, Jawa Tengah, pada 15 November mendatang, dengan pendaftaran yang akan dibuka mulai 10 Juli 2026 melalui sistem ballot atau undian.

Rangkaian Lomba Tetap Tiga Nomor

Meski kuotanya bertambah, penyelenggara tetap mempertahankan tiga kategori utama yang selama ini menjadi ciri Borobudur Marathon. Tiga nomor itu adalah 10 kilometer, half marathon 21 kilometer, dan marathon 42 kilometer.

Informasi Bank Jateng Borobudur Marathon 2026
Tema A Decade of Legacy
Lokasi Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah
Tanggal pelaksanaan 15 November mendatang
Target peserta 12.500 pelari
Pendaftaran dibuka 10 Juli 2026
Sistem pendaftaran Ballot atau undian

Puma Masuk Sebagai Mitra Resmi

Perayaan tahun ke-10 ini juga ditandai dengan kehadiran Puma sebagai official sport brand. Country Manager Puma Indonesia Sang Woo menyebut kolaborasi perdana itu berangkat dari visi yang sama untuk mendorong gaya hidup aktif dan memperkuat budaya lari di Indonesia.

Ia menilai Borobudur Marathon sudah berkembang menjadi lebih dari sekadar perlombaan. Menurut dia, ajang ini kini menjadi gerakan yang menghubungkan masyarakat lewat olahraga, budaya, dan pengalaman bersama.

Warisan yang Tumbuh Bersama Masyarakat

Rangkaian pembuka menuju penyelenggaraan tahun ini dimulai lewat Bormar Menyapa di Balkondes Ngadiharjo, Magelang, pada Rabu (8/7) malam. Acara tersebut menjadi penanda awal perayaan satu dekade sekaligus ruang apresiasi atas cerita, kolaborasi, dan warisan yang dibangun bersama selama sepuluh tahun.

Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno menilai Borobudur Marathon telah berubah menjadi ajang sport tourism yang berakar pada budaya lokal. Ia juga menegaskan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah agar ajang itu terus tumbuh dan menjadi warisan yang membanggakan bagi generasi mendatang.

Dalam keterangan tertulis, Sumarno menyebut Borobudur Marathon bisa menjadi wajah sport tourism Indonesia di mata dunia. Sementara itu, Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widyatmoko menyoroti manfaat berkelanjutan yang lahir dari kolaborasi ini, mulai dari olahraga, pariwisata, hingga pemberdayaan UMKM.

Bank Jateng juga disebut semakin dekat dengan masyarakat melalui dukungan terhadap UMKM lokal lewat Bank Jateng Pawone. Di sisi lain, pengembangan talenta muda tetap dilanjutkan melalui program Bank Jateng Young Talent.

Identitas yang Dibentuk Kehangatan Magelang

Ketua Yayasan Borobudur Marathon Liem Chie An mengatakan peran warga Magelang sangat besar dalam perjalanan sepuluh tahun ajang ini. Menurut dia, kehangatan masyarakat saat menyambut para pelari ikut membentuk identitas yang membedakan Borobudur Marathon dari lomba lari lainnya.

Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas Adi Prinantyo menambahkan bahwa Borobudur Marathon telah melahirkan banyak cerita, membangun komunitas, menggerakkan masyarakat, dan mempererat hubungan antarmanusia. Nilai-nilai itu, menurut dia, akan terus dijaga dalam setiap penyelenggaraan berikutnya.

Sejumlah program yang selama ini mewarnai Borobudur Marathon, seperti Bank Jateng Friendship Run, Bank Jateng Pawone, dan Bank Jateng Young Talent, juga akan kembali hadir. Kehadiran program-program itu menegaskan bahwa perayaan satu dekade ini tidak hanya menyoroti kompetisi lari, tetapi juga ekosistem yang tumbuh di sekitarnya.

Source: momsmoney.kontan.co.id
Berita Terbaru