Bripda Nopandri Gugur Saat Operasi Narkoba, Bareskrim Kejar Penyerang di Katingan

Author: Redaksi Android62

Bareskrim Polri memastikan pengejaran terhadap pelaku penyerangan dalam operasi penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, masih terus berlangsung. Insiden itu menelan korban dari pihak kepolisian setelah Bripda Nopandri Ramadhana ditemukan gugur usai sempat dilaporkan hilang.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum dan menegaskan bahwa Bripda Nopandri gugur saat menjalankan tugas penegakan hukum terhadap jaringan peredaran narkoba. Ia menekankan proses hukum tidak akan berhenti sebelum seluruh pihak yang bertanggung jawab diamankan.

Pengejaran belum dihentikan

Menurut Bareskrim, kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut serangan terhadap aparat yang sedang menjalankan tugas. Tim gabungan kini menyisir informasi di lapangan untuk melacak para pelaku yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut.

Polri juga berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan untuk mempercepat penyelidikan. Masyarakat yang mengetahui keberadaan para pelaku diminta segera memberikan informasi kepada aparat agar pengungkapan kasus bisa dilakukan secara menyeluruh.

Operasi yang berubah menjadi serangan

Peristiwa itu berawal pada Rabu dini hari, 1 Juli 2026, saat Satresnarkoba Polres Katingan menggelar operasi penggerebekan setelah menerima informasi warga soal dugaan peredaran sabu di wilayah tersebut. Target operasi berinisial BIO, yang disebut sebagai residivis kasus narkotika, berhasil diamankan pada penindakan awal.

Situasi kemudian berubah ketika sejumlah orang di lokasi bersama warga sekitar melakukan perlawanan terhadap petugas. Dalam laporan kepolisian, para pelaku menyerang dengan senjata tajam berupa parang, lalu jumlah massa bertambah dan serangan meluas dengan senjata tajam serta senjata api rakitan.

Informasi Keterangan
Lokasi kejadian Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah
Waktu operasi Rabu dini hari, 1 Juli 2026
Target awal BIO, disebut sebagai residivis kasus narkotika
Jenis serangan Senjata tajam berupa parang dan senjata api rakitan

Personel menyelamatkan diri di tengah situasi kacau

Ketika keadaan makin tidak terkendali, sejumlah personel memilih menyelamatkan diri dan meminta bantuan tambahan. Beberapa anggota bahkan harus berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan untuk menghindari serangan.

Dalam insiden itu, Aipda Yudhie lebih dulu ditemukan meninggal dunia dengan luka akibat senjata tajam. Sementara itu, Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumaryanto sempat dinyatakan hilang setelah terpisah dari rombongan.

Kini, setelah Bripda Nopandri ditemukan gugur, fokus aparat berlanjut pada upaya mengungkap seluruh rangkaian penyerangan dan memburu pihak-pihak yang diduga terlibat. Polri menegaskan proses hukum akan dijalankan sampai tuntas sebagai bentuk tanggung jawab atas gugurnya anggota saat bertugas.

Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru