Rencana memakai buaya Nil sebagai penghalang pelarian di penjara Israel kembali mengemuka setelah status hukum reptil itu dilaporkan berubah. Perubahan klasifikasi tersebut dinilai dapat menghapus salah satu hambatan untuk menempatkan buaya di fasilitas di luar kebun binatang dan kawasan konservasi.
Skema yang dibahas ialah pembangunan parit berisi buaya di sekitar kompleks penjara. Gagasan itu diarahkan sebagai lapisan pengamanan tambahan bagi tahanan Palestina, terutama di Penjara Ketziot di selatan Israel.
Meski demikian, belum ada pengumuman resmi mengenai waktu dimulainya program maupun kepastian bahwa rencana tersebut akan dijalankan. Bentuk parit, jumlah buaya, serta rincian operasionalnya juga belum diumumkan kepada publik.
Hambatan Hukum Belum Tuntas
Buaya Nil sebelumnya berada dalam kategori satwa yang membatasi lokasi pemeliharaannya. Kini satwa itu disebut berstatus sebagai satwa liar yang dipelihara, sehingga penggunaannya dalam sistem pengamanan yang lebih luas mulai dibahas.
Perubahan status tersebut tidak serta-merta menuntaskan persoalan legal. Penasihat hukum Kementerian Perlindungan Lingkungan Israel dilaporkan memperingatkan bahwa Menteri Perlindungan Lingkungan Idit Silman tidak memiliki kewenangan untuk mengubah status hukum buaya secara sepihak.
Keberatan itu menimbulkan pertanyaan mengenai dasar hukum penempatan buaya di lingkungan pemasyarakatan. Dengan demikian, perubahan klasifikasi satwa belum tentu langsung membuka jalan bagi penerapan parit buaya di penjara.
Ketziot Disebut Sebagai Lokasi Awal
Usulan penggunaan parit buaya pertama kali diajukan pada akhir 2025 oleh Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir. Politikus sayap kanan itu mengusulkan pendekatan tersebut untuk mencegah upaya pelarian dari penjara.
Penjara Ketziot disebut menjadi lokasi awal yang diinginkan untuk program tersebut. Fasilitas pemasyarakatan di selatan Israel itu sebagian besar dihuni oleh tahanan Palestina.
Israel Prison Service atau IPS dilaporkan telah melakukan kajian internal setelah usulan diajukan. Sejumlah petugas penjara juga dikirim sejak Januari ke peternakan buaya Hamat Gader untuk mempelajari karakteristik reptil tersebut.
Pembelajaran itu menjadi bagian dari pertimbangan keamanan dan operasional apabila skema akhirnya diterapkan. Media Israel, Maariv, melaporkan IPS memberikan respons positif terhadap usulan penggunaan buaya tersebut.
Opsi Buaya Kecil dan Dewasa
Dalam pembahasannya, otoritas penjara disebut mempertimbangkan penggunaan buaya berukuran lebih kecil ketimbang buaya dewasa. Salah satu pertimbangannya berkaitan dengan perbedaan biaya pengadaan reptil tersebut.
| Jenis Buaya | Perkiraan Harga per Ekor | Pertimbangan |
|---|---|---|
| Buaya berukuran lebih kecil | US$8.000 | Menjadi pilihan yang dipertimbangkan otoritas penjara |
| Buaya dewasa | US$20.000 | Memerlukan biaya lebih tinggi |
Seorang sumber IPS yang dikutip Maariv menilai biaya tersebut relatif kecil bila dibandingkan dengan investasi pengamanan sebuah penjara. Namun, pertimbangan biaya hanya menjadi salah satu unsur karena penerapan rencana itu masih menghadapi persoalan kewenangan dan dasar hukum.
Jika dijalankan, penggunaan buaya Nil akan menjadi pendekatan pengamanan penjara yang sangat tidak lazim di Israel. Untuk saat ini, rencana itu masih berada dalam tahap persiapan dan kajian tanpa kepastian penerapan.
