BYD menyiapkan langkah yang lebih berani di pasar mobil listrik premium. Great Han, yang juga dikenal sebagai Han 9, diposisikan untuk menantang Porsche Taycan secara langsung di kelas sedan listrik mewah.
Perubahan arah ini menunjukkan ambisi baru BYD. Dari merek yang selama ini identik dengan mobil terjangkau dan volume besar, pabrikan asal Tiongkok itu kini ingin masuk ke ruang yang selama ini dikuasai merek Eropa dan Amerika.
Ukuran dan tampilan yang sengaja dibuat selevel pemain atas
Di China, Great Han diklasifikasikan sebagai kendaraan D-class. Dimensi itu menempatkannya di level sedan mewah full-size, kategori yang membuatnya relevan untuk beradu di arena yang sama dengan Taycan.
Secara visual, mobil ini mengambil unsur dari Han L. Bagian depan memakai trim horizontal yang menghubungkan lampu, sementara profil sampingnya panjang dengan atap menurun dari pilar B dalam bentuk fastback.
Kesan yang dibangun jelas mengarah ke sport sedan Eropa, bukan sedan biasa. BYD tampak ingin menghadirkan mobil yang tampil tegas sekaligus memberi sinyal bahwa model ini memang disiapkan untuk kelas yang lebih tinggi.
Teknologi pengisian dan jarak tempuh jadi kartu utama
Di balik tampilan itu, BYD mengandalkan senjata yang sulit ditiru rival tradisional. Perusahaan ini tidak hanya menjual mobil, tetapi juga membangun infrastruktur pengisian daya, dan Great Han dirancang untuk memanfaatkan teknologi megawatt flash charging milik BYD.
Kecepatan isi ulang menjadi nilai jual penting di segmen ini. Dalam pasar mobil listrik mewah, kecepatan pengisian dan jarak tempuh masih menjadi dua titik yang sering dipermasalahkan pembeli.
Great Han juga akan hadir dalam dua konfigurasi, yaitu plug-in hybrid dan pure electric. Model ini memakai Blade Battery generasi kedua sebagai bagian dari paket teknis utamanya.
| Varian | Jarak Tempuh |
|---|---|
| 880 km AWD LiDAR Flagship Edition | 880 km |
| 1.008 km RWD LiDAR Exclusive Edition | 1.008 km |
Sorotan terbesar ada pada angka yang ditawarkan. BYD menyiapkan 880 km AWD LiDAR Flagship Edition dan 1.008 km RWD LiDAR Exclusive Edition, dengan klaim puncak yang disebut setara lebih dari 600 miles.
Kombinasi jarak tempuh besar dan pengisian super cepat membuat Great Han tampil agresif. Untuk calon pembeli sedan listrik premium, dua faktor itu bisa menjadi alasan kuat untuk melirik model ini.
Langkah naik kelas saat pasar bawah melemah
Kehadiran Great Han juga berkaitan dengan arah bisnis BYD yang berubah. Model ini dijadwalkan meluncur pada kuartal ketiga tahun ini, tepat ketika beberapa model BYD yang lebih kecil menghadapi penurunan penjualan.
Di titik ini, Great Han berfungsi bukan hanya sebagai produk baru, tetapi juga sebagai dorongan untuk masuk ke segmen yang lebih menguntungkan. Targetnya bergeser dari mengejar volume menuju menarik pembeli yang biasanya memilih Porsche, Mercedes, atau Audi.
Pergeseran strategi itu membuat Great Han punya arti lebih besar dari sekadar model baru. BYD ingin membuktikan bahwa mereka tidak hanya kuat di mobil listrik murah, tetapi juga mampu bermain di pasar dengan tuntutan margin tinggi dan citra merek yang jauh lebih ketat.
Bagian dari rencana yang lebih luas
Great Han juga berada dalam konteks ambisi BYD yang lebih besar, termasuk target masuk ke pasar Amerika Utara. Tahun 2026 disebut sebagai jendela kedatangan untuk merek-merek Tiongkok.
Rekam jejak BYD sendiri sudah cukup untuk menarik perhatian. Yangwang U8 hyper SUV yang bisa mengapung di air menunjukkan bahwa perusahaan ini tidak lagi bergerak di ranah kendaraan listrik biasa.
Untuk pasar Barat, Great Han memang belum tersedia. Namun arah pesannya sudah jelas, yaitu BYD ingin menjangkau lebih dari pasar massal dan menjadikan Great Han sebagai senjata untuk menembus lapisan tertinggi mobil listrik mewah.
