Cara Mengenali Kosmetik Berbahaya Lebih Awal, Cek BPOM, Kemasan, dan Reaksi Kulit

Author: Redaksi Android62

Tanda paling jelas dari kosmetik yang patut dicurigai justru sering terlihat sebelum produk dipakai. Warna yang terlalu mencolok, tekstur yang tidak merata, dan kemasan yang tidak lengkap dapat menjadi sinyal awal bahwa produk itu perlu diwaspadai.

Di tengah ramainya penjualan kosmetik di marketplace, konsumen memang dituntut lebih teliti. Ahli farmasi menilai keamanan produk kecantikan tidak cukup dilihat dari promosi yang menarik atau harga yang murah, tetapi harus dicek dari isi, legalitas, dan kondisi fisiknya.

Salah satu hal yang mudah diamati adalah tampilan warna produk. Dosen Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, apt RR Sabtanti Harimurti, menyebut kosmetik yang mengandung pewarna berbahaya umumnya tampak sangat mencolok dan lebih mengilap saat terkena cahaya.

Ciri visual itu memang tidak otomatis membuktikan adanya zat berbahaya. Namun, tampilan seperti itu cukup menjadi alasan untuk lebih berhati-hati sebelum membeli atau memakainya.

Selain warna, tekstur juga memberi petunjuk penting. Sejumlah kosmetik berbahaya disebut memiliki campuran yang tidak merata dan dapat terlihat menggumpal di bagian tertentu.

Kondisi tersebut menunjukkan produk tidak selalu dibuat dengan komposisi yang stabil. Jika teksturnya terasa aneh atau berbeda dari kosmetik pada umumnya, produk sebaiknya tidak langsung digunakan.

Kemasan yang lengkap menjadi kunci awal

Informasi pada kemasan tidak boleh diabaikan. Produk yang aman umumnya mencantumkan komposisi lengkap dan memiliki nomor registrasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM.

Sabtanti menegaskan bahwa produk tanpa komposisi yang jelas dan tanpa nomor registrasi BPOM patut diwaspadai. Produk yang sudah terdaftar biasanya telah melalui pemeriksaan sehingga tingkat keamanannya lebih terjamin dibanding produk yang asal-usulnya tidak jelas.

Identitas produsen juga perlu diperhatikan. Masyarakat disarankan tidak mudah percaya pada produk yang tidak mencantumkan pabrik atau produsen secara jelas karena informasi tersebut termasuk bagian penting dalam menilai kelayakan sebuah kosmetik.

Respons kulit setelah pemakaian tidak boleh dianggap sepele

Tanda bahaya tidak selalu muncul dari tampilan produk. Setelah dipakai, kulit juga bisa memberi peringatan jika ada masalah pada kosmetik tersebut.

Jika muncul gatal, rasa panas, atau iritasi, penggunaan produk sebaiknya segera dihentikan. Reaksi itu dapat menandakan kulit tidak cocok dengan kandungan produk atau ada zat yang memicu masalah pada kulit.

Menghentikan pemakaian lebih cepat dapat membantu menurunkan risiko dampak yang lebih serius. Karena itu, konsumen perlu peka terhadap perubahan kecil yang muncul setelah penggunaan pertama.

Pengecekan legalitas kini lebih mudah dilakukan

Di era belanja daring, pemeriksaan sebelum membeli menjadi semakin penting. BPOM sudah menyediakan layanan dan aplikasi yang memudahkan masyarakat mengecek apakah suatu produk sudah terdaftar resmi atau belum.

Langkah ini berguna terutama saat konsumen memilih produk di marketplace yang menawarkan banyak pilihan dengan harga beragam. Dengan mengecek legalitas lebih dulu, risiko memakai kosmetik yang tidak aman atau tidak memiliki izin edar yang jelas bisa dikurangi.

Kewaspadaan sejak awal tetap menjadi langkah paling aman. Pemeriksaan sederhana pada warna, tekstur, kemasan, legalitas BPOM, dan reaksi kulit dapat membantu konsumen mengambil keputusan yang lebih hati-hati sebelum memakai kosmetik.

Source: www.beritasatu.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru