Cerundolo Memanfaatkan Sinner Yang Kehabisan Tenaga, Panas Roland Garros Menjadi Penentu

Author: Redaksi Android62

Juan Manuel Cerundolo menjadi sosok yang paling diuntungkan dari tumbangnya Jannik Sinner di Roland Garros 2026. Petenis asal Argentina itu bukan hanya menyingkirkan unggulan teratas, tetapi juga melakukannya saat lawannya terlihat kalah oleh kondisi fisik di tengah panas yang berat.

Cerundolo memanfaatkan momen ketika energi Sinner turun tajam dan menutup laga dengan kemenangan besar. Ia merebut 18 dari 20 game terakhir untuk membalik jalannya pertandingan yang sempat tampak masih bisa dikendalikan petenis nomor satu dunia itu.

Panas dan kelelahan mengubah arah pertandingan

Pertemuan ini semula berjalan kompetitif, tetapi situasinya berubah ketika tubuh Sinner mulai memberi tanda-tanda tidak mampu bertahan. Dalam dua pertandingan terakhir di Roland Garros, petenis Italia berusia 24 tahun itu disebut kesulitan serius menghadapi panas dan beberapa kali tidak bisa menyelesaikan poin dengan normal.

Keluhan fisik itu muncul saat duel masih berlangsung ketat. Pada kedudukan 5-4, 0/40, Sinner bahkan harus meminta jeda medis di luar lapangan, yang semakin menegaskan bahwa panas, kram, dan kelelahan memengaruhi performanya.

Cerundolo melihat lawan masih kuat di awal

Setelah pertandingan selesai, Cerundolo mengakui bahwa situasi Sinner sangat berat. Ia menilai lawannya tampil kuat pada awal laga, tetapi kondisi fisik kemudian mengubah seluruh alur pertandingan.

“Ini sulit baginya. Saya tidak bisa memenangkan lebih dari tiga game dalam satu set, jadi saya sedikit beruntung. Dia pantas memenangkan pertandingan ini, dan kemudian saya tidak tahu apa yang terjadi. Tapi saya merasa kasihan padanya dan berharap dia pulih,” kata Cerundolo.

Pernyataan itu menggambarkan betapa besar perubahan yang terjadi di lapangan. Dari lawan yang sempat terlihat dominan, Sinner justru kehilangan tenaga dan memberi ruang bagi Cerundolo untuk mengambil alih.

Gejala fisik yang terus mengganggu Sinner

Sorotan terbesar dalam laga ini bukan hanya hasil akhirnya, tetapi juga kondisi tubuh Sinner. Ia disebut berulang kali mengeluhkan kaki kram dan rasa mual yang hampir membuatnya muntah.

Gejala tersebut memperlihatkan betapa berat beban fisik yang harus ditanggung pemain di cuaca panas Roland Garros. Di lapangan tanah liat seperti ini, daya tahan tubuh sering kali menjadi pembeda yang sama pentingnya dengan teknik dan mental.

Dampak besar bagi unggulan teratas

Kekalahan ini juga menambah tiga kekalahan beruntun yang dialami Sinner setelah tidak mampu menahan panas di Roland Garros. Bagi petenis yang berstatus unggulan teratas dan dikenal konsisten di level tertinggi, hasil tersebut tentu menjadi perhatian besar.

Di sisi lain, kemenangan Cerundolo punya nilai tersendiri dalam kariernya. Petenis peringkat 56 dunia itu tercatat sebagai pria pertama yang menyingkirkan unggulan teratas di turnamen Grand Slam lapangan tanah liat sebelum babak ketiga sejak Karol Kucera pada 2000.

Hasil ini membuat panas ekstrem kembali menjadi isu utama di turnamen. Laga yang sempat berjalan sesuai rencana Sinner akhirnya berbalik total ketika tubuhnya tak lagi sanggup bertahan menghadapi kondisi lapangan.

Source: bola.bisnis.com
Berita Terbaru