CNG Diuji Masuk Tabung 3 Kg, Tekanan 250 Bar Memaksa Desain Ulang Bungkusnya

Tekanan gas menjadi tantangan paling besar dalam rencana pemakaian CNG untuk tabung elpiji 3 kilogram. Bahlil Lahadalia menjelaskan, gas dengan tekanan 200 hingga 250 bar itu jauh lebih tinggi daripada tekanan elpiji yang biasa dipakai rumah tangga, sehingga wadahnya tidak bisa disamakan begitu saja.

Karena alasan itu, pemerintah masih harus menyiapkan desain tabung dan skema penggunaan yang benar-benar aman. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral kini menguji apakah CNG bisa dimasukkan ke tabung kecil berukuran 3 kilogram tanpa mengorbankan keselamatan.

Masih tahap uji teknis

Bahlil menyebut tabung 3 kilogram masih dalam tahap uji coba karena tekanan CNG terlalu besar. Hasil awal dari riset teknis itu ditargetkan terlihat dalam dua hingga tiga bulan ke depan.

Angka tekanannya berada di kisaran 2.900 hingga 3.600 psi. Karena itu, pengembangan tabung baru memerlukan wadah yang sanggup menahan tekanan tersebut sebelum program bisa dibawa ke skala lebih luas.

Sudah dipakai di sejumlah sektor

Sebelum diarahkan ke rumah tangga, CNG lebih dulu digunakan di sektor komersial. Pemakaiannya sudah terlihat pada industri perhotelan, restoran, dan kebutuhan dapur program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Penggunaan di sektor-sektor itu menjadi salah satu dasar pemerintah untuk memperluas penerapan CNG. Di sisi lain, gas alam sebagai bahan bakunya juga dinilai melimpah di dalam negeri.

Tabung kecil masih jadi persoalan

Selama ini, pemanfaatan CNG lebih banyak berada pada tabung berkapasitas besar. Ukuran yang umum digunakan berada di rentang 10 hingga 30 kilogram, sehingga pengalihan ke tabung 3 kilogram membutuhkan pendekatan teknis yang berbeda.

Perbedaan ukuran itu membuat desain wadah dan pola pemakaian harus dipikirkan ulang. Pemerintah tidak hanya menilai aspek kapasitas, tetapi juga memastikan skema distribusi dan penggunaan tetap sesuai dengan standar keamanan.

Berpeluang lebih murah, tetapi skemanya belum selesai

Bahlil menilai CNG ukuran 3 kilogram berpeluang memberi harga yang lebih ekonomis bagi masyarakat. Ia menyebut ongkosnya bisa lebih murah 30 hingga 40 persen dibandingkan penggunaan elpiji subsidi saat ini.

Meski begitu, pemerintah belum menetapkan mekanisme distribusi maupun dukungan finansial untuk program tersebut. Besaran volume dan skema subsidi masih berada dalam tahap kajian, sehingga arah akhirnya belum diputuskan.

Rencana ini menunjukkan bahwa pengembangan CNG untuk tabung 3 kilogram tidak hanya bergantung pada ketersediaan gas. Pemerintah juga masih perlu menuntaskan sisi teknis, penyaluran, dan perlindungan bagi masyarakat sebelum program bisa berjalan lebih luas.

Berita Terkait