Dana Operasional SPPG Sudah Dicairkan Bertahap, BGN Sebut Kabar Setop Operasi Tak Utuh

Author: Redaksi Android62

BGN memastikan pencairan dana operasional untuk dapur Makan Bergizi Gratis atau SPPG sudah berjalan, sehingga kabar bahwa sejumlah unit menghentikan operasi karena dana belum cair dinilai tidak tepat. Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang, menyebut isu itu sebagian merupakan hoaks dan sisanya lebih berkaitan dengan persoalan teknis.

Menurut Nanik, pencairan dana sudah mulai dilakukan sejak Jumat, 5 Juni 2026. Ia juga menegaskan bahwa unit yang sempat disebut terdampak sebenarnya sudah menerima pencairan dan kembali beroperasi.

Klarifikasi itu disampaikan Nanik kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. Ia menekankan bahwa jumlah SPPG yang sudah masuk dan aktif mencapai 27.877 unit.

“Yang 27.877 tadi itu loh, sudah masuk, sudah operasional,” ujar Nanik. Pernyataan itu sekaligus meluruskan kabar yang sempat memunculkan kekhawatiran soal berhentinya layanan di lapangan.

BGN menjelaskan, pencairan dana tidak dilakukan sekaligus, melainkan bertahap. Sebagian dana dicairkan pada Jumat, lalu sisanya menyusul pada Senin, 8 Juni 2026, dengan total pencairan yang disebut mencapai Rp5 T.

Nanik menilai masalah yang muncul bukan hambatan besar dalam pelaksanaan program. Ia menyebut kondisi tersebut lebih tepat dipahami sebagai masalah teknis, bukan kegagalan pendanaan.

“Jadi tidak ada masalah, ini masalah teknis saja,” kata Nanik. Penjelasan itu menjadi respons langsung atas kabar yang beredar soal dapur layanan gizi yang disebut berhenti beroperasi.

Klarifikasi ini menjadi penting karena SPPG memegang peran operasional dalam program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Jika ada gangguan di tingkat dapur, dampaknya bisa langsung terasa pada distribusi layanan pemenuhan gizi di lapangan.

Di sisi lain, perhatian publik terhadap stabilitas program MBG juga meningkat karena BGN baru dipimpin Nanik. Ia baru saja dilantik Presiden RI Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Senin, 8 Juni 2026.

Dalam prosesi yang sama, Prabowo juga melantik Agustina Arumsari dan Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN. Pelantikan itu dilakukan berdasarkan Keppres 18/M Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala BGN serta pemberhentian Wakil Kepala BPKP.

Acara pelantikan diawali dengan lagu Indonesia Raya dan pembacaan keputusan Presiden. Setelah itu, Presiden memimpin pengucapan sumpah jabatan bagi para pejabat yang dilantik.

Dengan pencairan yang sudah berjalan dan unit-unit yang disebut terdampak kembali aktif, BGN menegaskan operasional dapur layanan gizi tidak berhenti secara nasional. Lembaga itu kini tetap menjadi sorotan agar program MBG berjalan stabil tanpa terganggu persoalan teknis di tingkat pelaksana.

Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru