Dari 900 Gram hingga Aktif, Kisah Ini Tegaskan Pendampingan Bayi Tak Boleh Putus

Author: Redaksi Android62

Seorang anak yang pernah mengalami penurunan berat badan hingga sekitar 900 gram saat dirawat kini tumbuh sehat, aktif, dan ceria. Perubahan itu menegaskan bahwa perjuangan bayi tidak berhenti ketika masa kritis terlewati.

Anak tersebut lahir prematur dengan berat 1.200 gram sebelum menjalani perawatan di NICU. Sepuluh tahun kemudian, ia kembali ke rumah sakit bersama keluarga dalam kondisi yang jauh berbeda.

Pendampingan Berlanjut Setelah Pulang

Perawatan intensif memang menjadi tahap penting bagi bayi dengan kondisi khusus, tetapi pemantauan kesehatan tetap diperlukan setelah pasien pulang. Keluarga perlu melanjutkan perhatian terhadap asupan, imunisasi, pertumbuhan, dan perkembangan anak.

Dokter Spesialis Anak Primaya Evasari Hospital, dr. Desy Dewi Saraswati, Sp.A, menilai Perawatan Bayi Baru Lahir perlu dilakukan secara menyeluruh. Menurutnya, pendampingan mencakup pemberian ASI eksklusif, imunisasi, pemantauan tumbuh kembang, serta edukasi bagi orang tua.

“Pendampingan tidak hanya diperlukan ketika anak sakit, tetapi juga sejak awal kehidupan melalui perawatan bayi baru lahir, pemberian ASI eksklusif, imunisasi, pemantauan tumbuh kembang, hingga edukasi kepada orang tua mengenai kondisi kegawatdaruratan,” ujar dr. Desy. Edukasi tersebut membantu orang tua mengenali tanda bahaya yang memerlukan penanganan medis segera.

Layanan bagi Bayi dan Anak

Layanan Fokus Penanganan Dukungan
NICU Perawatan intensif bayi baru lahir Dokter spesialis dan subspesialis anak
PICU Perawatan intensif anak Fasilitas medis untuk kondisi anak
Pediatric Emergency Center Penanganan kegawatdaruratan anak Bagian dari Women & Children Center

Primaya Evasari Hospital menyediakan layanan tersebut melalui Women & Children Center. Ketersediaan layanan intensif menjadi bagian dari penanganan anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus sejak awal kehidupan.

Direktur Primaya Evasari Hospital, dr. Wily Kurniady, MARS, menyebut anak-anak yang pernah dirawat di unit intensif sebagai pejuang kecil. Ia menilai momen melihat mereka tumbuh sehat dan kembali bersama keluarga menjadi kebahagiaan besar bagi tenaga kesehatan.

“Bagi kami, setiap anak yang pernah dirawat di PICU maupun NICU adalah pejuang kecil dengan cerita perjuangannya masing-masing,” ujar dr. Wily. Ia menambahkan bahwa kebahagiaan terbesar datang ketika mereka tumbuh sehat, aktif, dan hadir bersama keluarganya.

Reuni Lima Dekade

Kisah anak tersebut mengemuka dalam acara Golden Memories and Pediatric Emergency Center: Merajut Kasih Ibu dan Anak Bersama Primaya Evasari Hospital pada Sabtu, 19 Juli 2026. Kegiatan itu menjadi bagian dari peringatan 50 tahun Primaya Evasari Hospital dan mempertemukan alumni NICU serta PICU dengan dokter dan tenaga kesehatan yang pernah menangani mereka.

CEO Primaya Hospital Group Leona A. Karnali, CFA, FRM, mengatakan rumah sakit tersebut telah mendampingi ribuan keluarga selama lima dekade, dari persalinan hingga perawatan anak yang membutuhkan penanganan intensif. Menurutnya, pelayanan kesehatan perlu tetap berorientasi pada keluarga dan tidak berakhir saat pasien meninggalkan rumah sakit.

Bagi keluarga, pemantauan rutin merupakan bagian penting dari investasi kesehatan sejak bayi. Perjalanan dari berat sekitar 900 gram hingga menjadi anak aktif menunjukkan arti perhatian yang konsisten pada setiap tahap Tumbuh Kembang Anak.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru