Daun Rontok Bukan Tanda Lemas, Pohon Punya Cara Cerdas Bertahan

Author: Redaksi Android62

Ketika musim berubah dan kondisi lingkungan memburuk, banyak pohon justru memilih melepas daunnya. Langkah itu bukan tanda pohon melemah, melainkan cara bertahan yang sudah diatur secara biologis agar energi tidak terbuang sia-sia.

Pada pohon gugur, proses ini terjadi sangat teratur. Pohon memasuki dormansi saat hari memendek atau suhu turun, lalu aktivitas metabolismenya melambat drastis seperti memasuki mode hemat energi.

Daun Bisa Menjadi Beban Saat Cuaca Ekstrem

Daun memang penting untuk fotosintesis, tetapi pada musim dingin kehadirannya dapat menjadi risiko. Air di dalam sel daun bisa membeku ketika suhu turun di bawah nol derajat, lalu sel berpotensi pecah karena volume air mengembang.

Daun juga terus melepaskan air melalui transpirasi. Saat tanah membeku dan akar sulit menyerap air, mempertahankan banyak daun justru dapat membuat pohon kehilangan cairan lebih cepat.

Pelepasan Daun Terjadi Dengan Kendali Hormon

Daun tidak rontok begitu saja karena sudah tua. Pohon secara aktif mengatur gugurnya daun melalui perubahan hormon tumbuhan ketika cahaya berkurang dan suhu menurun.

Produksi hormon auksin ikut turun, sementara hormon etilen meningkat. Kombinasi ini memicu terbentuknya lapisan pemisah di pangkal tangkai daun, sehingga hubungan daun dan ranting melemah sedikit demi sedikit sampai daun terlepas.

Setelah itu, bekas tangkai ditutup lapisan pelindung. Lapisan ini membantu mencegah air dan mikroorganisme masuk ke jaringan pohon.

Nutrisi Disimpan Sebelum Daun Jatuh

Sebelum daun gugur, pohon terlebih dahulu memindahkan nutrisi penting dari daun ke bagian lain tubuhnya. Nitrogen, karbon, fosfor, dan mineral lain dialirkan ke batang, cabang, dan akar melalui proses daur ulang nutrisi.

Klorofil juga diambil kembali terlebih dahulu. Karena itu, warna kuning, jingga, atau merah yang sebelumnya tersembunyi menjadi terlihat sebelum daun akhirnya terlepas.

Cadangan Energi Menopang Masa Tanpa Daun

Meski tidak berfotosintesis selama berbulan-bulan, pohon tetap bertahan berkat cadangan makanan yang disimpan saat musim yang lebih baik. Saat musim semi dan musim panas, gula hasil fotosintesis disimpan sebagai pati di akar, batang, cabang, dan jaringan kayu.

Cadangan inilah yang dipakai selama masa dormansi. Karena itu, pohon yang tampak diam sebenarnya masih menjaga bekal energi untuk melewati periode sulit sampai musim berikutnya tiba.

Tidak Semua Daun Hilang Karena Proses Alami

Gugurnya daun secara alami berbeda dari kehilangan daun akibat hama, penyakit, kekeringan, atau kerusakan akar. Pada kondisi tersebut, kemampuan fotosintesis turun tajam dan cadangan energi bisa cepat terkuras.

Berbeda dengan itu, pohon gugur melepaskan daun pada waktu yang tepat, dalam jumlah yang terkontrol, dan dengan penyimpanan energi yang sudah diperhitungkan secara biologis. Saat suhu kembali hangat dan durasi siang memanjang, pohon keluar dari dormansi dan memakai cadangan energi untuk membentuk tunas baru.

Dalam beberapa minggu, pohon bisa kembali hijau dan memulai siklus pertumbuhan berikutnya. Dari luar, pohon tampak seperti kehilangan banyak hal, tetapi sesungguhnya sedang menjalankan strategi bertahan hidup yang sangat efisien.

Source: www.idntimes.com
Berita Terbaru