DDTC Library Pecahkan Rekor MURI, Ribuan Koleksi Pajak Jadi Penopang Literasi

Author: Redaksi Android62

DDTC Library resmi mencatatkan rekor MURI sebagai perpustakaan pajak dengan koleksi literatur perpajakan terbanyak di Indonesia. Pengakuan ini menegaskan bahwa ketersediaan bacaan pajak bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dari upaya memperkuat literasi dan kualitas kebijakan.

Penyerahan piagam dan medali dilakukan bertepatan dengan HUT ke-19 DDTC di DDTC Library, Menara DDTC, Jakarta, pada Jumat, 10 Juli 2026. Momen itu sekaligus menandai bahwa upaya mengumpulkan dan membuka akses literatur pajak kini mendapat sorotan yang lebih luas.

Rekor yang lahir dari kebutuhan literasi pajak

Direktur Operasional MURI Yusuf Ngadri menyebut pengakuan tersebut layak diberikan kepada DDTC Library. Ia menilai capaian ini dapat mendorong lebih banyak pihak di Indonesia untuk memperkuat literasi pajak dan memahami persoalan perpajakan secara lebih utuh.

Dalam keterangan tertulis yang dikutip www.medcom.id pada Sabtu, 11 Juli 2026, Yusuf juga mengingatkan bahwa pajak masih sering dianggap menakutkan oleh masyarakat awam. Karena itu, keberadaan perpustakaan yang fokus pada pajak dinilai dapat membantu menghadirkan pengetahuan dasar yang lebih mudah diakses.

Menurut Yusuf, manfaat perpustakaan ini tidak berhenti pada akademisi dan pemangku kebijakan. Pajak merupakan bidang multidisiplin, sehingga pengetahuan elementer tentang pajak juga dapat membangun kesadaran masyarakat luas.

Literatur yang lebih lengkap, kebijakan yang lebih matang

Founder DDTC Darussalam menilai literatur pajak yang memadai menjadi kunci agar masyarakat semakin melek pajak. Ia menegaskan bahwa edukator dan pembuat kebijakan memerlukan referensi yang kuat agar bisa melihat isu perpajakan dari sudut pandang yang lebih luas.

Darussalam juga menekankan bahwa pembahasan pajak tidak cukup berhenti pada hukum positif atau aturan yang berlaku. Menurut dia, konsep pajak dan praktik terbaik internasional juga perlu dipelajari agar kebijakan yang dirumuskan lebih matang.

Ia mengingatkan bahwa kontribusi perpajakan terhadap pendapatan negara sangat besar, yakni sekitar 80 persen. Karena itu, Indonesia sangat bergantung pada pajak untuk pembangunan, sementara secara keilmuan bidang ini masih tertinggal.

Data Koleksi DDTC Library Jumlah Keterangan
Total koleksi 4.967 Seluruh literatur pendukung kajian perpajakan
Core tax collection 3.259 Buku koleksi perpajakan inti
Complementary tax collection 1.708 Buku koleksi pendukung perpajakan

Darussalam menyebut minimnya literatur komprehensif tentang pajak masih menjadi salah satu persoalan di Indonesia. Kondisi itu, menurut dia, seharusnya menjadi perhatian pemerintah dan institusi pendidikan.

Melalui DDTC Library, kekosongan tersebut ingin diisi dengan koleksi yang dapat dipakai untuk kajian perpajakan sebagai bidang multidisiplin. Darussalam berharap inisiatif ini bisa menjadi pemicu bagi kampus dan pemerintah agar ikut lebih membekali diri dalam isu pajak.

Dengan koleksi yang lebih komprehensif, kebijakan pajak diharapkan bisa diramu lebih baik dan tetap mempertimbangkan praktik terbaik internasional. Pada akhirnya, kebijakan semacam itu dinilai lebih berpeluang diterima oleh masyarakat.

Source: www.medcom.id
Berita Terbaru