Debu Panas Gaia20ehk Mengungkap Tabrakan Planet Raksasa yang Sangat Langka

Author: Redaksi Android62

Jejak tabrakan dua benda mirip planet purba di sistem bintang Gaia20ehk memberi petunjuk baru tentang bagaimana planet berbatu terbentuk. Di sekitar bintang yang juga dikenal sebagai Gaia-GIC-1 itu, para astronom menemukan awan debu hangat yang diduga muncul dari tumbukan besar dan jarang sekali bisa diamati langsung.

Temuan ini penting karena menunjukkan tahap tumbuhnya benda-benda padat di sistem muda yang sedang aktif membangun planet. Dalam kasus Gaia20ehk, sinyal paling kuat justru datang dari perilaku cahaya yang berlawanan: bintang makin redup di cahaya tampak, tetapi justru menguat di inframerah.

Perubahan cahaya yang tidak biasa

Anastasios Tzanidakis dari University of Washington menelaah data observasi lama dan melihat pola yang tidak cocok dengan bintang seperti Matahari. Bintang itu semula tampak stabil selama bertahun-tahun, lalu sejak sekitar 2016 menunjukkan tiga kali penurunan kecerahan.

Pada 2021, perilakunya menjadi lebih kacau. Perubahan itu mendorong para peneliti meninjau kemungkinan adanya materi baru di sekitar bintang yang memengaruhi cahaya yang diterima dari Bumi.

Debu hangat yang menutup cahaya tampak

Di cahaya tampak, Gaia20ehk terlihat semakin redup dan tidak menentu, tetapi di inframerah justru menunjukkan penguatan yang konsisten. Kondisi berlawanan ini mengarah pada keberadaan debu circumstellar yang baru terbentuk.

Debu tersebut diperkirakan masih hangat, dengan suhu sekitar 627 derajat Celsius, dan memiliki massa konservatif sekitar 400 kuintiliun kilogram. Letaknya juga cukup dekat, yakni sekitar 1,1 unit astronomi dari bintang, kira-kira setara jarak Bumi ke Matahari.

Puing berbatu diduga berasal dari tumbukan besar

Para peneliti menilai ada sejumlah besar debu dan puing berbatu yang melintas di depan bintang saat material itu mengorbit sistem. Materi itu paling mungkin berasal dari tabrakan baru-baru ini antara planetesimal besar yang masih berada dalam tahap pertumbuhan.

Planetesimal adalah benda mirip planet purba yang dapat berkembang menjadi planet berukuran penuh. Jika dugaan itu benar, Gaia20ehk menjadi salah satu contoh langka proses tumbukan yang sedang berlangsung di lingkungan pembentukan planet berbatu.

Relevansi bagi pembentukan planet berbatu

Ilmuwan menilai peristiwa seperti ini dapat menyerupai proses besar yang ikut membentuk Bulan sekitar 4,5 miliar tahun lalu. Dalam sistem tata surya muda, benda-benda yang sedang tumbuh memang dapat saling bertabrakan, bergabung, hancur, atau terdorong ke orbit lain.

Pengamatan langsung atas proses semacam itu sangat sulit karena dibutuhkan geometri yang tepat agar puing-puing lewat di antara bintang dan Bumi. Karena itu, setiap temuan serupa memiliki nilai besar untuk memahami bagaimana planet berbatu mulai terbentuk.

Alternatif sempat dipertimbangkan

Tim peneliti juga menimbang penjelasan lain, termasuk kehancuran komet dan gangguan pasang surut. Namun, mereka menyimpulkan bahwa sisa tabrakan planetesimal paling cocok menjelaskan seluruh bukti yang tersedia.

Pemantauan lanjutan dengan Teleskop Luar Angkasa James Webb diharapkan dapat memberi ukuran lebih akurat atas suhu dan komposisi debu hangat itu. Studi yang dikerjakan Tzanidakis dan James R. A. Davenport telah diterbitkan di The Astrophysical Journal Letters pada 11 Maret 2026.

Source: mediaindonesia.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru