Hasil Bersih Deposito Hanya 3,6%, Dividen Saham Membuka Selisih Imbal Hasil Lebar

Imbal hasil bersih deposito tenor 12 bulan berada di kisaran 3,6% setelah dipotong pajak 20%. Angka ini menciptakan selisih yang lebar dengan potensi dividend yield sejumlah saham yang masih lebih tinggi.

Perbedaan tersebut membuat dividen saham kembali menjadi perhatian bagi investor yang membandingkan sumber pendapatan pasif. Namun, peluang hasil lebih tinggi itu tetap hadir di tengah tekanan yang melanda pasar saham domestik sepanjang tahun ini.

Perbandingan Bunga Deposito

Bank Indonesia mencatat rata-rata bunga deposito tenor satu bulan pada Mei 2026 sebesar 4,26%. Sementara itu, rata-rata bunga deposito tenor 12 bulan tercatat sebesar 4,5%.

Tenor DepositoRata-rata Bunga Mei 2026Hasil Bersih Setelah Pajak 20%
1 bulan4,26%Tidak dirinci
12 bulan4,5%Sekitar 3,6% per tahun

Perhitungan tersebut menegaskan bahwa bunga nominal deposito tidak sepenuhnya diterima oleh nasabah. Pajak sebesar 20% mengurangi hasil yang akhirnya diperoleh dari simpanan berjangka.

Untuk deposito dengan bunga rata-rata 4,5% setahun, hasil setelah pajak turun menjadi sekitar 3,6%. Besaran ini menjadi salah satu titik pembanding ketika investor menilai instrumen saham pembagi dividen.

Dividen Menawarkan Potensi Lebih Tinggi

Sejumlah emiten masih disebut memiliki dividend yield yang jaraknya cukup jauh dibandingkan bunga deposito. Kondisi ini membuat saham pembagi dividen berpotensi menarik dana yang sebelumnya ditempatkan pada simpanan berjangka.

Insight.kontan.co.id mencatat selisih dividend yield dan bunga deposito dapat menjadi faktor yang diperhatikan investor. Perhatian tersebut semakin relevan saat imbal hasil bersih deposito tahunan berada di sekitar 3,6%.

Dividend yield mencerminkan potensi hasil dividen dari saham yang dimiliki investor. Nilainya dapat berbeda pada setiap emiten karena besaran pembagian dividen bergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan.

Dengan demikian, investor tidak dapat menyamakan seluruh saham sebagai instrumen dengan potensi dividen yang serupa. Saham tertentu dapat menawarkan hasil lebih tinggi, sedangkan emiten lain memiliki kebijakan pembagian yang berbeda.

Risiko Pasar Tetap Menjadi Pertimbangan

Deposito menawarkan tingkat bunga yang tercatat serta perhitungan pajak yang jelas. Sebaliknya, saham memberi peluang dividen lebih besar pada sejumlah emiten, tetapi tetap bergerak dalam dinamika pasar saham.

Tekanan di pasar saham domestik sepanjang tahun ini menjadi konteks penting dalam membandingkan kedua instrumen tersebut. Potensi pendapatan dari dividen tidak menghapus perubahan nilai saham yang dapat terjadi di pasar.

Pilihan tenor juga memengaruhi rata-rata bunga deposito yang tersedia di industri perbankan. Data Bank Indonesia dapat digunakan sebagai acuan awal untuk melihat perbedaan hasil antara simpanan berjangka dan saham.

Selisih imbal hasil yang lebar dapat menjadi pertimbangan, tetapi bukan satu-satunya dasar pengambilan keputusan investasi. Besar dividen yang diterima pada akhirnya bergantung pada saham yang dimiliki serta kebijakan pembagian dividen setiap emiten.

Source: insight.kontan.co.id
Berita Terkait