Awal Safar 1448 H pada 2026 memiliki dua penetapan tanggal yang perlu diperhatikan masyarakat. Muhammadiyah menetapkan 1 Safar pada Rabu, 15 Juli 2026, sedangkan Lembaga Falakiyah PBNU menetapkannya pada Kamis Wage, 16 Juli 2026.
Perbedaan tersebut membuat 15 dan 16 Juli menjadi penanda penting bagi umat Islam yang mengikuti masing-masing kalender Hijriah. Keduanya dapat digunakan untuk menyiapkan ibadah harian saat memasuki bulan kedua kalender Islam.
Penetapan Muhammadiyah mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal atau KHGT. Sementara penetapan dari PBNU disampaikan melalui Lembaga Falakiyah PBNU.
| Lembaga | Dasar Penetapan | 1 Safar 1448 H |
|---|---|---|
| Muhammadiyah | Kalender Hijriah Global Tunggal | Rabu, 15 Juli 2026 |
| Lembaga Falakiyah PBNU | Penetapan Lembaga Falakiyah | Kamis Wage, 16 Juli 2026 |
Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah setelah Muharam. Perbedaan awal bulan tidak mengubah kedudukan Safar sebagai salah satu bagian dari siklus penanggalan Islam yang menjadi acuan pelaksanaan ibadah.
Sejumlah amalan sunnah dapat diisi sepanjang Safar, antara lain memperbanyak dzikir, membaca Alquran, dan menjalankan puasa sunnah. Amalan tersebut menjadi pilihan ibadah yang dapat dilakukan secara rutin tanpa terbatas pada satu hari tertentu.
Amalan yang Dapat Diisi Selama Safar
Dzikir dapat menjadi pengingat untuk menjaga kedekatan spiritual dalam aktivitas sehari-hari. Membaca Alquran juga dapat menambah rutinitas ibadah selama memasuki Safar.
Puasa sunnah turut disebut sebagai amalan yang dianjurkan pada bulan ini. Selain itu, terdapat doa awal bulan Safar yang dapat dibaca ketika memasuki periode tersebut.
| Amalan | Keterangan |
|---|---|
| Dzikir | Diamalkan lebih banyak selama Safar |
| Membaca Alquran | Menambah ibadah harian |
| Puasa sunnah | Termasuk amalan yang dianjurkan |
| Doa awal Safar | Dibaca saat memasuki awal bulan |
Doa awal Safar memuat permohonan perlindungan dari keburukan waktu, tahun, dan bulan Safar. Isinya juga memohon keselamatan serta kebahagiaan bagi diri sendiri, orang tua, anak-anak, keluarga, orang-orang tercinta, dan seluruh umat Islam.
Makna Nama dan Jejak Sejarah Safar
Nama Safar bermakna sepi atau sunyi. Makna itu dikaitkan dengan kebiasaan masyarakat Arab pada masa lalu yang meninggalkan rumah untuk bepergian maupun berperang.
Medcom.id juga mencatat Safar berkaitan dengan beberapa peristiwa dalam sejarah Islam. Salah satunya adalah Perang Abwa yang disebut sebagai perang pertama dalam Islam dan terjadi pada permulaan bulan Safar.
Bulan ini juga dikaitkan dengan perjalanan hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah pada akhir Safar di gua al-Hajar. Dengan mengetahui perbedaan penetapan kalender, umat Islam dapat menyesuaikan awal Safar sekaligus mengisi bulan tersebut dengan amalan sunnah.
