Di tengah tekanan keuangan yang masih membayangi Volkswagen AG, Ducati kini disebut sebagai salah satu aset nonmobil paling bernilai yang bisa dilepas. Merek motor premium asal Bologna itu dinilai punya daya tarik kuat karena permintaan yang sehat, profitabilitas yang solid, dan citra eksklusif yang tetap terjaga.
Nilai itu makin menonjol karena Ducati tidak hanya kuat di jalan raya, tetapi juga di lintasan balap. Di MotoGP, pabrikan tersebut sedang mendominasi dengan enam gelar konstruktor beruntun, sementara setiap juara dunia sejak 2022 menunggang motor Desmosedici buatan mereka.
Peluang jual yang makin besar
Spekulasi soal kemungkinan penjualan Ducati kembali menguat setelah Volkswagen lebih dulu melepas 51 persen saham Everllence kepada Bain Capital pada akhir Juni. Transaksi itu menghasilkan sekitar €7,4 miliar dan membuka ruang bagi bankir investasi untuk menyodorkan opsi lain, termasuk Ducati atau bahkan Lamborghini ke bursa, seperti dilaporkan Financial Times yang dikutip Visordown.
Pendekatan seperti itu bukan hal baru bagi Volkswagen. Grup otomotif asal Jerman tersebut sebelumnya juga telah melepas rumah desain Italdesign pada Desember lalu, lalu menjual saham di Bugatti Rimac dan Rimac Group pada tahun ini.
VW berada dalam tekanan biaya
Langkah-langkah penyesuaian portofolio itu muncul di saat VW berupaya keras memperbaiki struktur biaya. Financial Times menyebut perusahaan bersiap memangkas hingga 100.000 pekerjaan atau sekitar seperenam dari total tenaga kerja, sekaligus menutup empat pabrik.
Tekanan tersebut datang dari persaingan yang semakin tajam di Eropa, terutama dari pabrikan mobil listrik China. Di saat yang sama, biaya pengembangan generasi baru kendaraan listrik terus menyedot dana besar dan menambah beban grup.
Ducati masih dipandang sangat menarik
Di antara unit nonmobil milik VW, Ducati dianggap punya kombinasi paling kuat antara nilai merek, pasar yang stabil, dan performa bisnis. Kondisi itu membuatnya diperkirakan mampu memancing tawaran tinggi bila benar-benar masuk pasar penjualan.
| Aset | Status Terkini | Catatan Penting |
|---|---|---|
| Ducati | Masih di bawah grup Volkswagen melalui Lamborghini dan Audi | Permintaan solid, profitabilitas sehat, dominasi MotoGP |
| Everllence | 51 persen saham dijual ke Bain Capital | Transaksi bernilai sekitar €7,4 miliar |
| Bugatti Rimac dan Rimac Group | Saham telah dilepas pada tahun ini | Bagian dari penataan ulang portofolio VW |
| Italdesign | Telah dijual pada Desember lalu | Menunjukkan strategi pelepasan aset noninti |
Selain performa bisnisnya, Ducati juga memiliki posisi komersial yang kuat di MotoGP. Pabrikan itu baru meneken perjanjian yang membuatnya tetap tampil di ajang tersebut hingga minimal 2031, sehingga nilai strategisnya makin tinggi di mata calon pembeli.
Belum ada keputusan resmi
Meski namanya kembali ramai dibicarakan, belum ada keputusan resmi dari Volkswagen untuk menjual Ducati. Perusahaan juga belum memberi komentar mengenai kemungkinan pelepasan aset besar lain, dan sejumlah analis masih menilai peluang penjualan merek tersebut relatif kecil.
Spekulasi semacam ini sesungguhnya sudah pernah muncul pada 2017, ketika VW sempat menjajaki opsi melepas Ducati. Rencana itu kemudian kandas setelah mendapat tentangan keras dari serikat buruh.
Secara struktur kepemilikan, Ducati berada di bawah Lamborghini, yang dimiliki Audi sebagai bagian dari Volkswagen AG. Karena itu, setiap langkah terkait Ducati tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan langsung dengan strategi yang lebih luas di tubuh grup Volkswagen.
Oliver Blume sebelumnya menegaskan bahwa melepas saham mayoritas kepada mitra baru yang kuat bisa menjadi langkah yang tepat berikutnya. Ia juga menyebut manuver semacam itu dapat membantu VW semakin fokus pada bisnis intinya.
