Dukungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kepada Argentina memberi dimensi politik pada final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol. Sikap itu muncul di tengah perhatian terhadap kedekatan Netanyahu dengan Presiden Argentina Javier Milei.
Netanyahu menyampaikan dukungannya setelah menerima Duta Besar Argentina untuk Israel, Rabbi Shimon Axel Wahnish, pada Sabtu (18/7/2026). Wahnish membawa salam dan pesan audio dari Milei untuk pemimpin Israel tersebut.
Dalam balasannya, Netanyahu menegaskan dukungan Israel tidak hanya ditujukan kepada Milei secara pribadi. Ia juga menyampaikan harapan baik bagi Argentina menjelang pertandingan penentuan gelar.
“Javier, kau adalah teman. Teman sejati. Kau adalah teman yang hebat, kami mendukungmu, kami mendukung Argentina dalam banyak hal, termasuk besok. Semoga sukses!” ujar Netanyahu.
Final Berlangsung di Stadion MetLife
Argentina akan menghadapi Spanyol pada final Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung Minggu (19/7/2026). Pertandingan dimainkan di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat.
| Tanggal | Agenda | Lokasi |
|---|---|---|
| 18/7/2026 | Pertemuan Netanyahu dan Rabbi Shimon Axel Wahnish | Israel |
| 19/7/2026 | Final Argentina melawan Spanyol | Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey |
Laga ini mempertemukan dua tim yang akan menentukan juara lewat persaingan di lapangan. Namun, hubungan politik antara Buenos Aires dan Israel membuat pertandingan tersebut dipandang sebagian pihak melampaui urusan sepak bola.
Menurut laporan Times of Israel yang dikutip Kompas.com, Milei menyebut Netanyahu sebagai teman yang selalu mendukung Argentina. Pesan itu dikirim melalui Wahnish dalam bentuk rekaman audio.
“Kamu adalah teman saya, selalu mendukung kami. Saya senang mendengar bahwa kamu mendukung Argentina karena saya,” kata Milei dalam pesan tersebut. Netanyahu kemudian menyambut pesan itu dengan pernyataan dukungan langsung kepada Argentina.
Sentimen Berbeda di Amerika Latin
Di luar Argentina, dukungan terhadap Spanyol justru menguat di sejumlah negara Amerika Latin. Warga Meksiko, Kolombia, Chile, hingga Brasil dilaporkan ramai berharap Spanyol mampu menghentikan langkah Albiceleste.
Media sosial menjadi ruang pelampiasan sentimen tersebut melalui kritik, lelucon, dan meme tentang final. Salah satu gambar yang beredar menampilkan pemain Spanyol Lamine Yamal mengenakan jersey Brasil bertuliskan “Harapan rakyat Brasil”.
Bagi sebagian pendukung di kawasan itu, kemenangan Spanyol dinilai lebih dapat diterima daripada Argentina meraih gelar Piala Dunia keempat. Sentimen tersebut bahkan disebut melampaui rivalitas tradisional antara Brasil dan Argentina.
Francisco Santos, suporter Brasil berusia 42 tahun di Sao Paulo, mengatakan dirinya lebih memilih Spanyol bila Brasil gagal menjadi juara. Pernyataan Santos dikutip Al Jazeera dalam laporan pada Sabtu.
“Jika Brasil gagal juara, saya lebih rela melihat Spanyol juara untuk kedua kalinya daripada melihat Argentina juara empat kali,” kata Santos. Ia juga menyinggung sorak penonton ketika Inggris mencetak gol ke gawang Argentina pada semifinal.
Sejumlah pengkritik Argentina turut menuding tim itu kerap mendapat keuntungan dari keputusan pertandingan, termasuk penalti dan kartu untuk lawan. FIFA serta tim analis menegaskan seluruh keputusan yang dipersoalkan telah sesuai regulasi pertandingan.
Dukungan Netanyahu menambah sorotan terhadap hubungan antara politik dan sepak bola menjelang final. Meski demikian, hasil akhir Argentina melawan Spanyol tetap akan ditentukan dalam pertandingan di Stadion MetLife.
