Fatayat NU Jateng Tegaskan Perlindungan Perempuan Dan Anak, Kekerasan Seksual Harus Dilawan Bersama

Author: Redaksi Android62

Fatayat NU Jawa Tengah menempatkan perlindungan perempuan dan anak sebagai pesan paling penting dalam peringatan Harlah ke-76. Di tengah perayaan itu, organisasi perempuan muda Nahdlatul Ulama tersebut kembali menegaskan bahwa kekerasan seksual harus dilawan bersama, bukan dibiarkan menjadi persoalan yang dipendam sendiri.

Seruan itu mengemuka dalam acara yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang. Sejumlah pengurus, kader Fatayat NU se-Jawa Tengah, serta tokoh-tokoh daerah hadir dalam momentum tersebut, termasuk Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Ketua PWNU Jateng KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin, dan Ketua PW Fatayat NU Jateng Hj Tazkiyatul Mutmainah.

Dorongan agar korban berani bersuara

Hj Tazkiyatul Mutmainah menekankan pentingnya keberanian masyarakat untuk berbicara ketika melihat, mengetahui, atau mengalami kekerasan. Menurut dia, laporan dan suara dari korban maupun lingkungan sekitar menjadi bagian penting dalam upaya melawan kekerasan seksual.

Fatayat NU Jateng juga terus mengajak masyarakat agar tidak diam saat menghadapi kekerasan. Sikap itu menunjukkan bahwa isu perlindungan perempuan dan anak tidak diposisikan sebagai tema seremonial semata, melainkan sebagai kerja yang terus dijalankan organisasi.

Komitmen mengawal kebijakan daerah

Selain mendorong keberanian untuk speak up, Tazkiyatul menyatakan kesiapan Fatayat NU Jateng untuk mengawal program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pengawalan itu diarahkan pada kebijakan yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan, perlindungan perempuan, dan perlindungan anak.

Posisi tersebut memperlihatkan bahwa Fatayat NU Jateng tidak hanya bergerak di bidang keagamaan dan sosial. Organisasi ini juga ingin mengambil peran sebagai mitra dalam agenda perlindungan kelompok rentan di daerah.

Momentum konsolidasi gerakan

Peringatan Harlah ke-76 menjadi ruang pertemuan antara pengurus, kader, dan para tokoh yang hadir dalam satu suasana konsolidasi. Kehadiran mereka di Gedung Gradhika Bhakti Praja memperkuat pesan bahwa isu perempuan dan anak mendapat perhatian yang serius.

Dalam momentum itu, kekerasan seksual tampil sebagai isu yang paling disorot. Fatayat NU Jateng menilai perlindungan harus dimulai dari keberanian berbicara, dukungan sosial, dan kerja sama antara organisasi masyarakat serta pemerintah daerah.

Peringatan ini juga menegaskan arah gerak Fatayat NU Jateng agar tetap relevan dengan kebutuhan sosial saat ini. Di tengah tantangan yang masih dihadapi perempuan dan anak, organisasi tersebut menempatkan perlindungan sebagai bagian penting dari pengabdian.

Source: suaranahdliyin.com
Berita Terbaru