Sekitar 190 stan UMKM menjadi salah satu taruhan utama Festival Cisadane 2026 di Kota Tangerang. Kehadiran pelaku usaha lokal itu diharapkan mendorong transaksi melampaui capaian Rp232,5 juta pada penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Target tersebut dinilai terbuka karena Festival Cisadane 2025 menarik sekitar 65 ribu pengunjung. Pemerintah Kota Tangerang juga optimistis jumlah pengunjung pada agenda tahun ini dapat meningkat.
| Indikator | Rincian |
|---|---|
| Jadwal festival | 22-26 Juli 2026 |
| Jumlah stan UMKM | Sekitar 190 stan |
| Pengunjung pada 2025 | 65 ribu orang |
| Transaksi UMKM pada 2025 | Rp232,5 juta |
Festival Cisadane berlangsung selama lima hari, mulai 22 hingga 26 Juli 2026. Kegiatan yang didanai melalui APBD Kota Tangerang ini memadukan perdagangan warga, pertunjukan budaya, dan pameran layanan pemerintah.
Stan UMKM ditempatkan bersama pameran layanan Organisasi Perangkat Daerah atau OPD. Susunan tersebut membuat pengunjung dapat mengakses aktivitas ekonomi lokal sekaligus layanan yang ditampilkan pemerintah kota dalam satu kawasan acara.
Pengakuan nasional untuk agenda budaya
Festival Cisadane 2026 memperoleh pengakuan setelah masuk daftar 125 event terbaik Karisma Event Nusantara atau KEN dari Kementerian Pariwisata RI. Status ini menempatkan agenda tahunan Kota Tangerang di antara event yang telah melalui proses kurasi nasional.
Asisten Deputi Strategi Event Kementerian Pariwisata RI, Raden Wisnu Sindhutrisno, menyerahkan penghargaan KEN kepada Wali Kota Tangerang Sachrudin. Ia menjelaskan Festival Cisadane terpilih setelah kurasi ketat terhadap lebih dari 500 event dari berbagai daerah di Indonesia.
Raden Wisnu mengapresiasi kolaborasi para pemangku kepentingan di Kota Tangerang dalam menjaga kualitas penyelenggaraan festival. Pengakuan tersebut turut menjadi dasar bagi pemerintah kota untuk memperkuat mutu dan inovasi agenda budaya itu.
Sachrudin menyatakan masuknya Festival Cisadane ke dalam KEN merupakan perkembangan penting bagi agenda budaya daerah. “Alhamdulillah Festival Cisadane semakin berkembang dan mendapatkan pengakuan di tingkat nasional,” ujar Sachrudin.
Menurut Sachrudin, pemerintah kota ingin festival memberi dampak yang lebih luas terhadap pariwisata, budaya, dan ekonomi warga. Ia juga menyampaikan keyakinan bahwa kunjungan serta transaksi UMKM tahun ini dapat meningkat.
Pembukaan di bantaran Sungai Cisadane
Pembukaan festival pada Rabu malam, 22 Juli, ditandai pesta kembang api dari pentas apung di tengah Sungai Cisadane. Atraksi tersebut melengkapi penampilan tarian lokal dalam seremoni pembukaan.
Ribuan penonton memadati bantaran Sungai Cisadane di sekitar Jembatan Brendeng, Jalan Benteng Makasar, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Banten. Sachrudin membuka acara bersama Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan.
Sejumlah unsur Kementerian Pariwisata RI, Pemerintah Provinsi Banten, dan kepala daerah turut menghadiri pembukaan. Perwakilan Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Surabaya, serta Bandung termasuk dalam daftar tamu yang hadir.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang menyelenggarakan rangkaian kegiatan ini dengan menonjolkan kearifan lokal. Perpaduan atraksi budaya, ruang usaha, dan layanan OPD menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat Festival Cisadane bagi masyarakat Kota Tangerang.
