FIFA Siapkan Aturan Khusus, Piala Dunia 2026 Hadapi Ancaman Panas Ekstrem

Author: Redaksi Android62

Piala Dunia 2026 diperkirakan berlangsung di tengah ancaman panas ekstrem di sejumlah kota tuan rumah di Amerika Utara. Di beberapa lokasi, suhu bahkan diperkirakan bisa melampaui 43 derajat celsius, sehingga FIFA menyiapkan langkah khusus untuk melindungi para pemain.

Risiko yang muncul bukan sekadar rasa tidak nyaman. Dalam kondisi pertandingan intens, tubuh atlet dapat kehilangan cairan lebih cepat dan mengalami dehidrasi, pusing, kram otot, sakit kepala, hingga kelelahan berat.

Ancaman kesehatan di lapangan

Cuaca panas juga dapat mengubah cara bermain. Pemain cenderung mengurangi intensitas lari, menempuh jarak yang lebih pendek, dan menghemat tenaga agar tetap mampu bertahan sampai akhir laga.

Dalam situasi yang lebih berat, atlet bisa mengalami serangan panas akibat aktivitas fisik atau exertional heat stroke. Kondisi ini termasuk keadaan darurat medis dan disebut sebagai salah satu penyebab utama kematian pada atlet.

Jeda minum wajib di setiap pertandingan

Mengutip laporan Al Jazeera, FIFA menerapkan dua kali jeda minum wajib selama tiga menit di setiap pertandingan. Jeda tersebut diberikan pada pertengahan babak pertama dan kedua, baik di stadion terbuka maupun tertutup.

Kebijakan itu dirancang agar pemain mendapat kesempatan memulihkan kondisi tubuh di tengah suhu tinggi. Meski demikian, aturan tersebut memicu kritik dari sebagian penggemar, pelatih, dan pemain karena dianggap mengganggu ritme pertandingan.

Sejumlah kritik juga menilai jeda minum memberi ruang tambahan bagi penyiar untuk menayangkan iklan. Presiden FIFA Gianni Infantino membantah tudingan bahwa federasi ingin mengambil keuntungan dari kebijakan tersebut.

“Alasan utamanya adalah panas dan bahwa organisasi tersebut sama sekali tidak mendapatkan keuntungan dari jeda tersebut,” kata Infantino.

Langkah perlindungan lain di luar jeda minum

Selain jeda minum, FIFA tetap mengizinkan setiap tim melakukan hingga lima pergantian pemain. Aturan ini memberi pelatih opsi lebih besar untuk menjaga kebugaran skuad di bawah cuaca yang berat.

FIFA juga memastikan ada jeda minimal tiga hari antarlaga. Di stadion terbuka, staf pelatih dan pemain cadangan dapat memanfaatkan bangku berpendingin udara untuk membantu mengurangi tekanan akibat panas.

Pada April lalu, FIFA menyatakan jadwal pertandingan telah disusun dengan mempertimbangkan cuaca panas. “Pertandingan luar ruangan selama bagian terpanas hari itu telah dibatasi secara strategis, waktu kick-off disesuaikan dan pertandingan yang diperkirakan akan berlangsung pada cuaca yang lebih panas maka diprioritaskan untuk stadion tertutup jika memungkinkan,” bunyi pernyataan FIFA.

Dengan rangkaian langkah tersebut, FIFA berupaya menjaga keselamatan pemain tanpa mengubah esensi kompetisi. Di tengah ancaman suhu ekstrem, pengaturan jadwal, jeda minum, dan fasilitas pendukung menjadi bagian penting agar pertandingan tetap berjalan dalam kondisi yang lebih aman.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru