Dua partai final Proliga langsung tersaji di GOR Amongrogo, Yogyakarta, hari ini, ketika Jakarta LavAni Livin’ Transmedia dan Jakarta Bhayangkara Presisi bertarung di sektor putra, lalu Jakarta Pertamina Enduro yang diperkuat Megawati Hangestri Pertiwi menghadapi Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia di sektor putri. Dua laga ini menjadi penentu awal arah perebutan gelar, karena hasilnya akan sangat memengaruhi peluang kedua tim dalam meraih trofi juara.
Ketegangan sudah terasa sejak akhir fase Final Four di Semarang, sebab tim-tim yang melangkah ke partai puncak membawa modal yang berbeda. Namun pada titik ini, semua mata tertuju pada siapa yang mampu menjaga performa saat tekanan mencapai puncaknya.
LavAni datang dengan rekor paling rapi
Di sektor putra, Jakarta LavAni Livin’ Transmedia menjadi tim dengan catatan paling stabil sepanjang Final Four. Tim ini menutup fase tersebut dengan 6 laga, 5 kemenangan, 0 kekalahan, 18 set menang, 3 set kalah, dan 18 poin.
Rapor itu membuat LavAni terlihat lebih efisien dalam menjaga konsistensi permainan. Stabilitas semacam ini penting, terutama ketika pertandingan sudah memasuki fase penentuan dan setiap set bernilai besar.
Meski begitu, lawan yang dihadapi bukan tim sembarangan. Jakarta Bhayangkara Presisi finis di posisi kedua dengan 4 kemenangan, 2 kekalahan, 14 set menang, 6 set kalah, dan 12 poin.
Bhayangkara Presisi tetap jadi ancaman
Pertemuan LavAni dan Bhayangkara Presisi juga membawa nuansa rivalitas yang sudah beberapa kali muncul di laga besar. Situasi itu membuat duel sektor putra diperkirakan berlangsung ketat, karena kedua tim sama-sama memiliki reputasi kuat.
LavAni memang unggul di atas kertas, tetapi Bhayangkara Presisi dikenal bisa bermain efektif saat tekanan meningkat. Karena itu, partai ini tidak hanya bicara soal posisi di klasemen, tetapi juga soal kemampuan mengelola momen penting di lapangan.
Megawati Cs membawa Pertamina Enduro ke partai penentu
Di sektor putri, sorotan besar tertuju pada Jakarta Pertamina Enduro yang diperkuat Megawati Hangestri Pertiwi. Kehadiran Megawati memberi daya tarik tersendiri, terlebih tim ini tampil impresif sepanjang musim dan mampu menutup Final Four di puncak klasemen.
Pertamina Enduro mengumpulkan 5 kemenangan dari 6 laga, dengan 17 set menang, 8 set kalah, dan 15 poin. Catatan tersebut memperlihatkan bahwa tim ini punya kekuatan yang cukup untuk bersaing sampai titik akhir.
Lawan yang menunggu juga datang dengan modal solid, yakni Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia. Tim ini finis di posisi kedua setelah mengumpulkan 4 kemenangan, 2 kekalahan, 14 set menang, 8 set kalah, dan 12 poin.
Duel putri diprediksi berlangsung rapat
Pertemuan Pertamina Enduro dan Phonska Plus diperkirakan berjalan seimbang karena kedua tim sama-sama memperlihatkan permainan yang tertata. Pertamina Enduro punya pemain-pemain yang menonjol secara individu, sedangkan Phonska Plus bertumpu pada kedalaman skuad dan kekompakan tim.
Kombinasi itu membuat final putri menyimpan banyak variabel. Jika salah satu tim gagal menjaga ritme sejak awal, jalannya pertandingan bisa cepat berubah arah.
Laga perebutan peringkat ketiga ikut penting
Sebelum dua final utama dimainkan, perebutan tempat ketiga juga lebih dulu berlangsung di masing-masing sektor. Di putra, Surabaya Samator berhadapan dengan Jakarta Garuda Jaya, sedangkan di putri Jakarta Popsivo Polwan melawan Jakarta Electric PLN.
Walau tidak memperebutkan gelar, laga tersebut tetap punya arti besar bagi semua tim. Hasilnya menentukan posisi akhir sekaligus menjadi ukuran perjuangan mereka setelah gagal menembus final gold.
Di sektor putra, Surabaya Samator menempati urutan ketiga klasemen akhir Final Four dengan 2 kemenangan dan 4 kekalahan. Jakarta Garuda Jaya berada di posisi terbawah, sementara di sektor putri Jakarta Popsivo Polwan finis ketiga dan Jakarta Electric PLN menutup klasemen di urutan keempat.
Format dua leg membuka kemungkinan laga penentuan
Rangkaian Final Proliga 2026 masih akan berlangsung hingga 26 April 2026, dengan format dua leg yang memberi peluang laga penentuan tambahan bila kedua tim saling mengalahkan. Karena itu, setiap pertandingan di GOR Amongrogo membawa bobot besar dalam menentukan siapa yang akhirnya keluar sebagai kampiun.
Agenda yang telah disiapkan menempatkan final gold pada 24 April dan 25 April. Jika agregat masih imbang, laga penentuan akan digelar pada 26 April untuk memastikan juara.
Jadwal utama yang diumumkan mencakup 21 April untuk final bronze putra dan putri, 22 April untuk final bronze leg kedua serta awarding ceremony, 23 April untuk laga penentuan perebutan peringkat ketiga bila agregat imbang, 24 April untuk final gold putri dan putra, 25 April untuk final gold leg kedua dan closing ceremony, serta 26 April untuk laga penentuan grand final jika kedua tim imbang.
Di sisi lain, hasil polling penggemar juga menempatkan LavAni dan Pertamina Enduro sebagai favorit juara. Namun, Proliga tetap dikenal sebagai ajang yang kerap menghadirkan kejutan sampai poin terakhir, sehingga peluang perubahan masih selalu terbuka.
Source: www.viva.co.id






