Grobogan dan sejumlah wilayah di Jawa Tengah diperkirakan merasakan cuaca yang lebih panas dan kering pada siang hari ini. Di saat yang sama, langit secara umum masih didominasi cerah berawan hingga berawan sehingga kondisi atmosfer terlihat cukup stabil untuk aktivitas harian.
BMKG memprakirakan pola cuaca seperti ini berlangsung di Jawa Tengah pada Selasa, 2 Juni 2026. Situasi tersebut menjadi perhatian karena pergerakan massa udara kering dari selatan ikut menahan pertumbuhan awan konvektif pembawa hujan.
Akibatnya, peluang hujan lebat di wilayah hilir maupun kawasan perkotaan disebut sangat rendah. Meski begitu, perubahan suhu dari siang ke malam tetap perlu diperhatikan karena fluktuasinya bisa terasa cukup jelas di beberapa daerah.
Di Kota Semarang, cuaca diperkirakan cukup terik pada siang hari dengan lapisan awan tipis. Kondisi ini tidak mendukung pembentukan presipitasi tinggi, sehingga langit kota cenderung bertahan cerah berawan.
Suhu di Semarang Kota diperkirakan berada pada rentang 24 hingga 33 derajat Celsius. Kelembapan udara berada di kisaran 55 sampai 85 persen, yang menunjukkan udara relatif hangat terutama pada jam-jam siang.
Wilayah pesisir dan pegunungan punya karakter berbeda
Data BMKG juga memperlihatkan perbedaan kondisi antara dataran rendah, pesisir, dan pegunungan di Jawa Tengah. Wilayah pegunungan tengah tercatat lebih sejuk, dengan suhu minimum 19 derajat Celsius dan suhu maksimum 28 derajat Celsius.
Sementara itu, pesisir utara diperkirakan lebih hangat dengan suhu 25 hingga 33 derajat Celsius dan kelembapan 60 sampai 85 persen. Pola ini selaras dengan kondisi Semarang yang juga cenderung merasakan panas pada siang hari.
Perbedaan suhu tersebut membuat warga di kawasan tinggi dan dataran rendah merasakan cuaca yang tidak sama pada waktu yang sama. Di pegunungan, udara tetap lebih nyaman, sedangkan di pesisir dan kota, paparan matahari terasa lebih kuat.
Grobogan masuk kategori panas dan kering
Wirosari Grobogan diperkirakan mengalami udara yang cenderung kering dan panas ketika matahari mulai meninggi. BMKG menyebut minimnya tutupan awan kumulus membuat wilayah ini menerima penyerapan radiasi matahari secara maksimal.
Suhu di Grobogan diproyeksikan berada pada rentang 23 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembapan 60 sampai 90 persen. Kondisi tersebut dinilai menguntungkan bagi petani yang sedang memasuki masa panen raya komoditas palawija di wilayah itu.
Namun, warga tetap disarankan menjaga asupan cairan saat beraktivitas di luar ruangan. Teriknya matahari pada siang hari dapat membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan bila tidak diimbangi dengan minum yang cukup.
BMKG juga mengingatkan adanya potensi peningkatan kecepatan angin di kawasan Grobogan dan Blora pada sore hari. Hembusan angin kencang lokal ini dipengaruhi perbedaan tekanan udara yang cukup signifikan antara daratan dan wilayah perairan utara.
Pemantauan cuaca regional masih berlanjut
Kondisi di Jawa Tengah juga dipantau bersama dinamika udara di wilayah sekitar, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta. Di Kulon Progo, beberapa titik pada hari ini terpantau cerah dengan suhu 22 hingga 28 derajat Celsius dan kelembapan 69 sampai 89 persen.
Di Jawa, penurunan suhu pada malam hari atau bediding masih sering dirasakan warga. Fenomena ini lazim muncul saat wilayah mulai bergerak menuju musim kemarau yang lebih mapan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala. Informasi resmi terkait peringatan dini navigasi laut dan penerbangan dapat diakses melalui kanal komunikasi terintegrasi milik BMKG.
