Hankook Perkuat Mutu Karet dari Kebun, Petani Sumatera Selatan Dapat Dukungan Baru

Author: Redaksi Android62

PT Hankook Tire Indonesia menempatkan petani karet di Sumatera Selatan sebagai bagian penting dari upaya menjaga mutu ban sejak awal rantai produksi. Lewat program keberlanjutan yang menyentuh proses pengolahan lateks di tingkat petani, perusahaan ingin memastikan bahan baku tetap terjaga sebelum masuk ke pabrik.

Langkah ini berangkat dari pemahaman bahwa kualitas ban tidak hanya ditentukan saat produksi berlangsung. Di industri karet, cara lateks digumpalkan sejak dari kebun ikut memengaruhi mutu bahan baku yang kemudian menentukan hasil akhir ban.

Fokus pada koagulasi yang lebih terukur

Tahap koagulasi menjadi titik penting dalam pengolahan karet. Jika pengentalan lateks tidak dilakukan dengan tepat, mutu bahan baku dapat turun dan dampaknya terasa sampai ke produk akhir.

Presiden Direktur PT Hankook Tire Indonesia, Jung Jinkyun, menegaskan bahwa kualitas produk akhir sangat bergantung pada proses koagulasi yang tepat. Karena itu, Hankook memilih asam format sebagai bahan penggumpal yang dinilai lebih ramah lingkungan dan lebih aman bagi kesehatan petani dibandingkan bahan kimia lain.

Melalui program “Coagulant Aid Program for Quality and Sustainable Rubber”, Hankook menyalurkan bantuan yang langsung mendukung pengolahan karet di lapangan. Bantuan tersebut terdiri dari 2,5 ton asam format, satu ton pupuk NPK, dan 200 pisau sadap.

Bukan hanya soal mutu, tetapi juga standardisasi

Hankook menekankan pentingnya proses yang lebih terstandarisasi dan efisien sejak dari hulu. Dengan pendekatan itu, mutu bahan baku diharapkan lebih konsisten sebelum memasuki tahap pengolahan berikutnya.

Perusahaan melihat pengendalian kualitas tidak cukup berhenti di pabrik. Standar justru perlu dibangun sejak kebun dan titik pengolahan bahan mentah agar rantai produksi berjalan lebih stabil.

Pemilihan asam format juga sejalan dengan tujuan itu. Selain membantu menjaga standar pengolahan, bahan ini dipilih untuk menekan dampak yang tidak diinginkan terhadap kesehatan petani dan lingkungan.

Petani mendapat pelatihan teknis

Program ini juga menyasar peningkatan pengetahuan petani. Sebanyak 200 petani karet di Desa Marga Mulia mengikuti pelatihan teknis tentang penggunaan asam format yang aman dan sesuai takaran.

Edukasi tersebut penting karena penggunaan bahan penggumpal yang tidak tepat dapat memicu pencemaran lingkungan. Takaran yang benar juga membantu petani menekan biaya produksi di tingkat lapangan.

Dengan pelatihan ini, manfaat program tidak berhenti pada pemberian bantuan barang. Petani juga didorong untuk mengubah kebiasaan kerja agar pengolahan karet menjadi lebih efisien, aman, dan berkelanjutan.

Dukungan untuk rantai pasok yang lebih kuat

Inisiatif Hankook mendapat apresiasi dari mitra strategisnya, PT Sri Trang Lingga Indonesia. Perusahaan itu menilai program tersebut dapat mempererat hubungan antara petani lokal dan pelaku industri.

Hubungan itu dianggap penting karena industri ban membutuhkan pasokan bahan baku dengan mutu yang konsisten. Di sisi lain, petani memerlukan dukungan teknis dan sarana agar bisa memenuhi standar pengolahan yang dibutuhkan industri.

Model kerja sama seperti ini menunjukkan bahwa rantai pasok karet saling bergantung satu sama lain. Industri dan petani perlu berjalan bersama melalui program yang menyentuh kualitas sekaligus keberlanjutan.

Hankook juga menyebut kegiatan serupa sudah berjalan sejak 2022 di Kalimantan. Program itu kini dijadikan agenda tahunan sebagai bagian dari upaya jangka panjang menjaga mutu bahan baku dari hulu.

Source: otomotif.kompas.com
Berita Terbaru