Harga Daging Sapi Di Jabar Tembus Rp150 Ribu, Stok Kurban Justru Melimpah

Author: Redaksi Android62

Di sejumlah pasar tradisional di Jawa Barat, harga daging sapi konsumsi harian justru bergerak ke level yang memberatkan pembeli. Di Cirebon, aplikasi e-TUKU milik Pemerintah Kota Cirebon mencatat harga daging sapi murni berada di kisaran Rp150.000 per kilogram.

Kondisi itu muncul saat stok hewan kurban di Jawa Barat justru tercatat melimpah. Data Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat melalui sistem iSIKHNAS menunjukkan stok domba mencapai 223.812 ekor, naik dari 187.395 ekor pada tahun lalu, sedangkan stok sapi kurban naik menjadi 120.916 ekor dari sebelumnya 99.565 ekor.

Kenaikan pasokan tersebut tidak otomatis membuat harga di pasar ikut tenang. Justru di beberapa titik perdagangan seperti Pasar Cicalengka, Pasar Soreang, Pasar Kordon, dan Pasar Sederhana di Kota Bandung, harga daging sapi harian ikut naik.

Situasi ini menjadi sorotan karena persoalannya tidak lagi sebatas ketersediaan hewan kurban. Di tengah stok yang terlihat aman, masyarakat tetap harus menghadapi harga pangan yang lebih tinggi saat kebutuhan menjelang Iduladha 2026 mulai meningkat.

DKPP Jawa Barat menyebut melimpahnya stok tahun ini salah satunya dipengaruhi sisa hewan kurban dari tahun sebelumnya yang belum terjual. Kondisi tersebut membuat jumlah sapi dan domba yang tersedia terlihat lebih besar dibandingkan tahun lalu.

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Iwan Suryawan, menilai pemerintah daerah tidak bisa hanya berhenti pada angka ketersediaan hewan kurban. Menurut dia, kenaikan harga kebutuhan pokok ikut menekan daya beli masyarakat secara nyata.

Iwan juga menyoroti lonjakan harga daging sapi karena dampaknya bisa merembet ke kemampuan masyarakat untuk membeli hewan kurban. Ia menilai ada kemungkinan persoalan distribusi pasokan dari peternak ke pasar belum berjalan optimal.

Tekanan harga pangan di Jawa Barat tidak berhenti pada daging sapi. Data Ikatan Pedagang Pasar Indonesia dan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Bank Indonesia menunjukkan harga cabai rawit merah berada di kisaran Rp82.000 per kilogram, sementara bawang merah sekitar Rp56.000 per kilogram pada akhir Mei 2026.

Gabungan antara harga daging yang tinggi dan naiknya sejumlah bahan pokok membuat belanja rumah tangga terasa lebih berat. Bagi konsumen, kondisi ini hadir di saat pasar seharusnya mulai bersiap menyambut Iduladha dengan pasokan yang lebih longgar.

Iwan menilai lonjakan harga seperti ini seharusnya bisa diantisipasi lebih awal jika jalur distribusi dan logistik dipetakan dengan baik. Menurut dia, angka stok di atas kertas belum tentu sama dengan harga yang benar-benar dirasakan konsumen di pasar.

Kondisi di Jawa Barat memperlihatkan bahwa stok hewan kurban yang melimpah belum tentu sejalan dengan harga daging yang terkendali. Selama distribusi belum berjalan optimal, pasar tetap bisa bergerak lebih cepat daripada pasokan yang tercatat.

Source: radarkarawang.id
Berita Terbaru