Harga Dexlite Masih Berbeda Tajam Antarwilayah, Sabang Tetap Paling Murah

Author: Redaksi Android62

Selisih harga Dexlite masih terasa lebar meski banderolnya belum berubah di seluruh Indonesia. Hingga 2 Mei 2026, harga yang berlaku tetap mengikuti penyesuaian terakhir Pertamina pada 18 April 2026.

Perbedaan itu paling mudah terlihat saat membandingkan wilayah Jawa, Bali, dan sejumlah daerah lain di luar Jawa. Di satu sisi, ada area yang masih menikmati harga lebih rendah, sementara di sisi lain beberapa provinsi mencatat tarif yang lebih tinggi.

Jawa dan Bali Masih Jadi Acuan

Di wilayah Jawa dan Bali, Dexlite dipatok Rp 23.600 per liter. Harga ini berlaku untuk DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan NTB.

Nominal tersebut menjadi patokan penting karena banyak daerah lain belum memiliki harga serupa. Bagi konsumen diesel, angka ini menunjukkan bahwa perbedaan antardaerah masih menjadi ciri utama harga Dexlite saat ini.

Luar Jawa Menampilkan Tarif yang Lebih Mahal

Sejumlah provinsi di luar Jawa mencatat harga yang lebih tinggi. Riau, Sumatera Barat, dan Kalimantan Selatan masuk kelompok wilayah dengan harga Rp 24.650 per liter.

Ada pula kelompok daerah lain yang berada di level Rp 24.150 per liter. Daftar ini mencakup Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, seluruh provinsi di Sulawesi, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, dan seluruh wilayah Papua.

Wilayah Bebas Pajak Lebih Rendah

Di tengah harga yang belum bergerak secara nasional, wilayah bebas pajak tetap menempati posisi paling murah. FTZ Sabang tercatat Rp 22.150 per liter, sedangkan FTZ Batam berada di Rp 22.450 per liter.

Perbedaan ini memperlihatkan bahwa lokasi tetap berpengaruh besar terhadap harga akhir yang dibayar konsumen. Karena itu, satu produk yang sama bisa memiliki banderol berbeda tergantung daerah distribusi dan kebijakan setempat.

Peran Distribusi dan Pajak Daerah

PT Pertamina Patra Niaga menyebut variasi harga muncul karena faktor distribusi dan kebijakan pajak daerah. Artinya, harga Dexlite memang tidak seragam di semua wilayah meski produknya sama.

Kondisi tersebut juga menjelaskan mengapa harga di Jawa dan Bali bisa menjadi lebih rendah dibanding beberapa provinsi luar Jawa. Selama belum ada penyesuaian baru, daftar harga per 2 Mei 2026 masih menjadi acuan yang berlaku di jaringan SPBU Pertamina masing-masing wilayah.

Konsumen yang ingin memantau perubahan harga berikutnya dapat melihat pembaruan melalui aplikasi MyPertamina atau situs resmi perusahaan. Hingga kini, seluruh angka itu masih tercatat sebagai nilai aktual yang berlaku di daerah masing-masing.

Berita Terbaru