Harga Emas Pegadaian Naik Serempak, Antam Pimpin Lonjakan Hingga Rp 2,911 Juta Per Gram

Author: Redaksi Android62

Antam menjadi produk emas yang paling menonjol di Pegadaian pada perdagangan Jumat siang, 1 Mei 2026. Harga emas 1 gramnya naik paling tajam dan menembus Rp 2.911.000, tertinggi di antara tiga merek utama yang dipantau.

Kenaikan Antam tercatat sebesar Rp 31.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp 2.880.000. Di ukuran 0,5 gram, harga Antam berada di Rp 1.508.000, sementara ukuran 5 gram dijual Rp 14.321.000 dan 10 gram Rp 28.585.000.

Tiga merek sama-sama bergerak naik

Galeri 24 dan UBS juga mencatat penguatan pada hari yang sama. Galeri 24 naik Rp 11.000 per gram menjadi Rp 2.797.000, sedangkan UBS bertambah Rp 15.000 per gram ke posisi Rp 2.826.000.

Di antara tiga produk itu, harga UBS untuk ukuran 0,5 gram menjadi yang paling tinggi, yakni Rp 1.528.000. Untuk ukuran 25 gram, UBS berada di Rp 68.017.000, sementara Antam tercatat Rp 68.804.000 dan Galeri 24 Rp 71.331.000.

Pilihan ukuran masih sangat beragam

Pegadaian tetap menyediakan emas batangan dalam rentang ukuran dari 0,5 gram hingga 1.000 gram. Ragam denominasi ini memberi ruang bagi pembeli yang ingin masuk dengan nominal kecil maupun yang memilih transaksi dalam ukuran besar.

Pada ukuran 2 gram, Galeri 24 dipatok Rp 5.609.000, Antam Rp 5.526.000, dan UBS Rp 5.760.000. Lalu di ukuran 50 gram, Galeri 24 tercatat Rp 137.324.000, Antam Rp 135.928.000, dan UBS Rp 142.579.000.

Untuk ukuran 100 gram, Antam berada di Rp 285.077.000. Angka itu lebih tinggi dibanding UBS yang dijual Rp 274.540.000 dan Galeri 24 di Rp 271.721.000.

Harga domestik ikut terdorong sentimen global

Penguatan harga emas di Pegadaian sejalan dengan pergerakan pasar global. Reuters melaporkan emas dunia menguat setelah dollar AS melemah dan harga energi turun.

Di pasar spot, harga emas naik 1,7 persen menjadi 4.618,67 dollar AS per ons. Emas berjangka Amerika Serikat juga naik 1,5 persen ke 4.629,60 dollar AS per ons pada perdagangan Jumat.

David Meger, Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, menilai pelemahan dollar AS dan stabilitas harga energi menjadi faktor utama yang mendorong emas bergerak di zona hijau. Pelaku pasar juga masih memantau langkah Federal Reserve di tengah inflasi yang tetap tinggi, sementara analis Citigroup melihat emas masih berpeluang diminati sebagai aset aman dalam jangka menengah.

Berita Terbaru