Harga Gas Industri Turun, Buruh Jadi Penerima Dampak Paling Cepat

Author: Redaksi Android62

Penurunan harga gas industri dari kisaran USD 20–23 per MMBtu menjadi USD 13 per MMBtu langsung dipandang sebagai kabar baik bagi buruh. Sufmi Dasco Ahmad menyebut kebijakan itu menjawab kekhawatiran pekerja yang sempat dihantui ancaman pemutusan hubungan kerja.

Dasco menilai perubahan harga gas tersebut tidak berhenti pada urusan energi semata. Menurutnya, keputusan itu menyentuh biaya produksi dan pada akhirnya ikut menentukan keberlangsungan usaha di tengah tekanan ekonomi.

Respons atas tekanan di sektor kerja

Dalam penjelasannya, Dasco mengapresiasi langkah pemerintah karena dinilai merespons keluhan serikat pekerja. Ia menyebut para buruh sebelumnya sudah menyampaikan potensi dampak harga gas yang tinggi terhadap ancaman PHK, terutama di sektor manufaktur.

Bagi DPR, penurunan harga gas industri menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas lapangan kerja. Kebijakan ini juga dipandang sebagai langkah cepat untuk menekan beban produksi yang terlalu tinggi agar gejolak di dunia usaha tidak meluas.

Keputusan yang sudah dibahas lintas lembaga

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa harga gas industri yang baru itu sudah dilaporkan kepada presiden. Ia juga mengatakan keputusan tersebut dihitung dalam forum koordinasi pemerintah bersama DPR.

Rapat koordinasi itu tidak hanya membahas energi, tetapi juga pertumbuhan ekonomi dan mitigasi risiko yang lebih luas. Dasco mengatakan DPR sengaja mengundang pihak-pihak kunci agar langkah penanganan ekonomi bisa disusun secara selaras.

Deretan pihak yang hadir

Kelompok Nama Peran dalam rapat
DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa, Cucun Ahmad Syamsurijal, Sari Yuliati Pimpinan DPR
DPR RI Said Abdullah, Mukhamad Misbakhun, Budi Djiwandono Pimpinan alat kelengkapan dan wakil ketua komisi
Pemerintah Prasetyo Hadi, Bahlil Lahadalia, Mari Elka Pangestu Perwakilan pemerintah dan Dewan Ekonomi Nasional
Bank Indonesia Thomas Djiwandono, Ricky Perdana Gozali Deputi Gubernur BI

Dasco menilai keterlibatan lintas institusi dibutuhkan agar solusi ekonomi tidak berjalan parsial. Ia menyebut kolaborasi DPR, pemerintah, Dewan Ekonomi Nasional, Bank Indonesia, serta pelaku di sektor energi dapat memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Dampak yang diharapkan bagi industri

Kehadiran Pertamina dan Pertagas dalam pembahasan juga dianggap penting untuk memastikan pasokan gas tetap tersedia setelah harga baru diterapkan. Dengan begitu, industri diharapkan tetap bisa beroperasi tanpa beban biaya energi yang terlalu tinggi.

Penurunan harga gas industri itu kini menjadi sinyal bahwa pemerintah merespons tekanan yang dirasakan dunia usaha dan pekerja. Kebijakan tersebut diharapkan membantu menjaga daya tahan industri sekaligus memberi rasa aman bagi buruh yang bergantung pada keberlanjutan produksi.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru