Italia Gagal ke Piala Dunia untuk Ketiga Kali, Namun Jejak Gli Azzurri Tetap Hidup

Piala Dunia 2026 berlangsung tanpa tim nasional Italia, tetapi nama-nama dari Negeri Pizza tetap mengisi berbagai sudut turnamen. Mantan pemain, wasit legendaris, dan jurnalis Italia hadir dari New York hingga Atlanta dengan peran yang berbeda.

Kontras itu terasa kuat setelah Gli Azzurri kembali gagal mencapai putaran final di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Kegagalan tersebut menjadi absennya Italia yang ketiga secara beruntun setelah edisi 2018 dan 2022.

Figur Italia Tetap Bekerja di Panggung Turnamen

Marco Materazzi menjadi salah satu nama paling menonjol di tengah kegiatan pendukung Piala Dunia. Juara dunia 2006 itu melatih tim YouTuber Celine Dept dalam Creator Cup melawan tim IShowSpeed yang ditangani Cafu.

Laga ekshibisi tersebut berlangsung di Central Park, New York, pada 12 Juli 2026. Nuansa Italia juga hadir melalui Pierluigi Collina, mantan wasit legendaris Italia dan Serie A, yang memimpin pertandingan itu.

Massimo Ambrosini juga menjalankan tugas profesionalnya menjelang semifinal Inggris melawan Argentina di Stadion Atlanta pada 15 Juli 2026. Mantan kapten AC Milan itu bersiap tampil dalam siaran DAZN Italia bersama jurnalis senior Pierluigi Pardo.

Ambrosini terikat kontrak dengan DAZN Italia sehingga tidak dapat memberikan analisis kepada media lain. Kehadirannya memperlihatkan bahwa figur sepak bola Italia masih memperoleh ruang di agenda besar turnamen.

TokohLokasi dan WaktuPeran
Andrea RamazzottiPhiladelphia, 4 Juli 2026Meliput Perancis melawan Paraguay
Marco MaterazziCentral Park, New York, 12 Juli 2026Melatih tim Celine Dept di Creator Cup
Massimo AmbrosiniAtlanta, 15 Juli 2026Persiapan siaran DAZN Italia

Media Menjaga Kehadiran Italia

Kehadiran Italia juga terlihat melalui pekerjaan peliputan yang dilakukan Andrea Ramazzotti di Philadelphia. Jurnalis olahraga dari media ternama Italia itu berada di lokasi menjelang konferensi pers setelah pertandingan Perancis melawan Paraguay pada 4 Juli 2026.

Ramazzotti tetap menjalankan tugas jurnalistik meski tim nasionalnya tidak berlaga di putaran final. Ia juga menyatakan siap membantu apabila diperlukan informasi mengenai sepak bola Italia.

Peran para pekerja media menunjukkan bahwa pengaruh sebuah negara sepak bola tidak hanya bergantung pada hasil kualifikasi tim nasionalnya. Italia masih memiliki jurnalis, analis, dan mantan pemain yang beraktivitas langsung di lingkungan Piala Dunia.

Disebut Kiamat Ketiga

Di sisi lain, kegagalan Italia tetap menjadi luka besar bagi sepak bola negara tersebut. Timnas Italia tersingkir seusai kalah adu penalti dari Bosnia-Herzegovina pada playoff Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa.

Media Italia memakai istilah “kiamat ketiga” untuk menggambarkan rangkaian kegagalan menuju tiga edisi Piala Dunia secara beruntun. Sebelumnya, Italia juga tidak tampil pada Piala Dunia 2018 dan 2022.

Sempat beredar rumor bahwa Italia berpeluang menggantikan Iran di putaran final. Posisi Iran dipertanyakan akibat konflik dengan Amerika Serikat sebagai salah satu negara tuan rumah, tetapi kabar tersebut tidak terbukti.

Pakar sepak bola Italia James Horncastle menilai turnamen kehilangan salah satu identitas penting tanpa kehadiran Gli Azzurri. Kepada bola.kompas.com di Boston pada Kamis, 9 Juli 2026, ia mengatakan, “Bukanlah Piala Dunia tanpa Italia dan begitu juga bukan sepak bola tanpa Brasil, jadi itu adalah dua hal”.

Bagi penggemar Serie A, absennya Italia membuat Piala Dunia 2026 terasa tidak lengkap. Namun, kiprah Materazzi, Collina, Ambrosini, dan Ramazzotti menjaga aroma sepak bola Italia tetap hadir sepanjang turnamen.

Source: bola.kompas.com
Berita Terkait