Jalur Hormuz Dibuka Lagi Untuk Kapal China, Pasokan Energi Dunia Masih Dijaga Ketat

Author: Redaksi Android62

Iran mulai memberi akses transit bagi sejumlah kapal China di Selat Hormuz setelah ada kesepakatan mengenai protokol pengelolaan jalur air tersebut. Keputusan ini langsung menarik perhatian karena selat itu merupakan salah satu titik paling sensitif dalam perdagangan energi dunia.

Di jalur sempit ini, sekitar seperlima dari total minyak dan gas alam global melewati perairannya. Karena itu, setiap perubahan kecil dalam pengaturan pelayaran di Hormuz kerap memicu perhatian pasar energi internasional.

Kantor berita semi-resmi Fars melaporkan bahwa langkah Iran tersebut berkaitan dengan kemitraan strategis antara Teheran dan Beijing. Sumber yang dikutip Fars menyebut Iran menyetujui fasilitasi pelayaran bagi kapal-kapal China sesuai pengaturan yang sudah dibahas kedua pihak.

Menurut sumber yang sama, keputusan itu juga mengikuti permintaan dari menteri luar negeri dan duta besar China untuk Iran. Teheran disebut siap membantu perlintasan kapal China selama tetap berada dalam kerangka kesepakatan yang telah ditetapkan.

Selat yang tetap rawan

Meski ada kelonggaran untuk kapal China, Selat Hormuz masih berada dalam situasi yang rapuh. Fars menyebut Iran sebelumnya sangat membatasi transit di kawasan itu setelah dimulainya serangan AS dan Israel pada 28 Februari.

Tekanan terhadap jalur ini belum mereda setelah AS memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran beberapa hari usai gencatan senjata yang disepakati pada awal April. Rangkaian langkah itu membuat pengaturan pelayaran di kawasan tersebut semakin sulit diprediksi.

Iran sebelumnya juga memberi sinyal bahwa kapal-kapal netral masih dapat melintas selama berkoordinasi dengan angkatan bersenjata Iran. Dalam laporan Fars, kapal yang terkait dengan Tiongkok termasuk yang mendapat perhatian khusus dalam kebijakan tersebut.

Arus kapal mulai terlihat bergerak

Di tengah ketidakpastian itu, satu kapal tanker super China melintas pada Rabu dan memberi tanda bahwa pergerakan kapal mulai terjadi lagi. Kapal tersebut membawa 2 juta barel minyak mentah Irak.

Perlintasan itu belum menghapus risiko gangguan di selat tersebut, tetapi menjadi indikator bahwa jalur strategis itu tidak sepenuhnya tertutup. Kondisi ini penting karena pasar energi masih sangat peka terhadap setiap perubahan di Hormuz.

Laporan lain juga menyebut Presiden AS Donald Trump dan pemimpin China Xi Jinping sama-sama sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk arus energi yang bebas. Pandangan itu menunjukkan bahwa jalur tersebut dipahami sebagai kepentingan bersama, meski ketegangan politik di sekitarnya masih tinggi.

Dengan latar seperti itu, pembukaan jalur untuk kapal China terlihat sebagai langkah pragmatis dari Teheran. Selat Hormuz tetap menjadi rute yang diawasi ketat, dan setiap pengaturan baru di sana akan terus memengaruhi keamanan pasokan energi dunia.

Source: www.viva.co.id
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru