Jatim Fokus Turunkan Kematian Ibu, Khofifah Ajak Gerak Bersama di Hari Kartini 2026

Author: Redaksi Android62

Peringatan Hari Kartini 2026 di Jawa Timur diarahkan pada satu sasaran yang sangat konkret, yakni menurunkan angka kematian ibu. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa perlindungan terhadap ibu harus menjadi bagian dari kerja bersama, bukan sekadar pesan simbolik dalam peringatan tahunan.

Tema yang diangkat, “Bergerak Bersama Menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI)”, memperlihatkan bahwa isu kesehatan ibu ditempatkan sebagai prioritas pembangunan manusia. Khofifah menyampaikan ajakan itu di Surabaya dengan penekanan bahwa semangat Kartini perlu diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberi dampak langsung bagi perempuan dan keluarga.

Perempuan diposisikan sebagai bagian penting pembangunan

Dalam pandangan Khofifah, kesehatan ibu berkaitan erat dengan kualitas generasi berikutnya. Ia menilai perempuan memegang peran strategis di keluarga dan masyarakat, sehingga perlindungan terhadap mereka juga berpengaruh pada masa depan daerah.

Karena itu, peringatan Hari Kartini di Jawa Timur tidak diarahkan hanya pada penghormatan sejarah. Momentum ini dipakai untuk mendorong gerakan sosial yang lebih nyata, terutama agar kesehatan ibu tidak dipandang sebagai urusan satu sektor saja.

Layanan kesehatan diperluas ke berbagai wilayah

Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menguatkan layanan kesehatan ibu dan anak melalui berbagai langkah. Sejumlah layanan seperti stroke center, jantung center, dan onkologi center ikut dikembangkan, termasuk layanan kesehatan bergerak agar jangkauan pelayanan lebih luas hingga wilayah kepulauan.

Pemanfaatan teknologi juga menjadi bagian dari strategi pencegahan risiko. Khofifah menyebut aplikasi e-Desi sebagai salah satu alat untuk mendeteksi dini faktor risiko hipertensi, sehingga komplikasi pada ibu hamil dapat dicegah lebih awal.

Upaya tersebut tidak berdiri sendiri. Seluruh langkah itu dikaitkan dengan penurunan AKI, penurunan angka kematian bayi, serta penurunan prevalensi stunting di Jawa Timur.

Gerakan penurunan AKI tidak cukup dari sektor kesehatan

Khofifah menegaskan bahwa angka kematian ibu tidak bisa ditekan hanya oleh tenaga kesehatan atau fasilitas layanan. Menurut dia, dibutuhkan keterlibatan masyarakat luas, termasuk edukasi kesehatan dan peningkatan kesadaran publik.

Ia juga menyoroti pentingnya kualitas layanan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh ibu dan keluarga. Dengan cara itu, perlindungan terhadap ibu dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas generasi berikutnya.

Pada saat yang sama, tema Hari Kartini 2026 dinilai sejalan dengan semangat Kartini yang menempatkan martabat perempuan sebagai hal penting. Semangat itu disebut akan lebih bermakna jika diterjemahkan ke dalam kerja bersama yang berkelanjutan.

Capaian gender masih dibarengi tantangan

Di tengah dorongan tersebut, Khofifah juga menyinggung sejumlah capaian pembangunan gender di Jawa Timur. Indeks Pembangunan Gender (IPG) Jawa Timur tahun 2025 tercatat 93,29, naik dari 92,19 pada tahun sebelumnya dan melampaui rata-rata nasional.

Sementara itu, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Jawa Timur berada di angka 0,347. Angka ini lebih rendah dibanding rata-rata nasional yang berada di 0,421.

Meski begitu, sejumlah persoalan masih perlu ditangani. Tantangan yang masih disebut antara lain kekerasan terhadap perempuan dan anak, pernikahan usia dini, serta stunting.

Di sisi lain, keterwakilan perempuan di legislatif berada di sekitar 20 persen. Partisipasi perempuan dalam angkatan kerja juga tercatat sebesar 60,64 persen.

Perempuan disebut sebagai pelaku utama pembangunan

Khofifah menegaskan bahwa perempuan bukan hanya penerima manfaat pembangunan. Ia menyebut perempuan sebagai pelaku utama yang ikut mendorong peningkatan kualitas hidup keluarga, penguatan ketahanan sosial, dan keberlanjutan ekonomi.

Untuk mendukung perlindungan perempuan dan anak, Pemprov Jatim mengoptimalkan peran UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak serta PUSPAGA. Keduanya diposisikan sebagai bagian dari dukungan yang lebih luas bagi perempuan dan keluarga.

Dengan arah gerak seperti itu, Hari Kartini 2026 di Jawa Timur dipahami sebagai momentum untuk memperkuat perlindungan ibu sekaligus mendorong kualitas hidup perempuan. Pesan yang dibawa tetap menegaskan bahwa perjuangan Kartini hadir ketika perlindungan terhadap ibu dijalankan secara nyata dan terus-menerus.

Source: www.metrotvnews.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru