Jawa Timur Pacu Budaya Baca Lewat Buku Digital Dan Audiobook, Khofifah Ingatkan Bahaya Hoaks

Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong akses baca agar semakin dekat dengan warga. Upaya itu berjalan seiring penguatan layanan perpustakaan dan berbagai program literasi yang diarahkan untuk menjangkau masyarakat di banyak daerah.

Berdasarkan data Perpusnas, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat Jawa Timur pada 2025 mencapai 56,29. Capaian ini didukung pemerataan layanan perpustakaan, meningkatnya kunjungan masyarakat, serta keterlibatan komunitas literasi.

Di sisi lain, Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa membaca tidak boleh dipandang sebagai aktivitas sesekali. Ia menilai kebiasaan itu perlu tumbuh menjadi gaya hidup agar literasi benar-benar menjadi fondasi lahirnya sumber daya manusia yang unggul.

Pernyataan itu ia kaitkan dengan peringatan Hari Buku Nasional 2026 dan HUT ke-46 Perpustakaan Nasional RI. Menurut Khofifah, Hari Buku Nasional yang diperingati setiap 17 Mei menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap buku dan perpustakaan.

Khofifah juga menilai buku dan perpustakaan tetap relevan sebagai sumber pengetahuan, meski cara belajar masyarakat terus berubah. Karena itu, literasi perlu dibangun sejak dini supaya melahirkan generasi yang cerdas, kritis, dan berkarakter.

Ia menekankan bahwa penguatan literasi tidak bisa dikerjakan sendiri atau dalam waktu singkat. Keluarga, sekolah, pemerintah, dan lingkungan sosial perlu bergerak bersama agar budaya membaca benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Di era digital, Khofifah menilai literasi juga harus lebih adaptif. Pemanfaatan buku digital dan audiobook perlu diperkuat agar budaya baca tetap dekat dengan kebiasaan masyarakat saat ini.

Selain membaca teks, masyarakat juga perlu mampu memahami, menganalisis, dan menyaring informasi dengan bijak. Kemampuan itu dianggap penting agar publik tidak mudah terpapar hoaks.

Untuk mendekatkan budaya membaca kepada warga, terutama anak-anak, Pemprov Jatim menghadirkan sejumlah layanan. Program yang dijalankan meliputi Mobil Perpustakaan Keliling, dongeng keliling, Tur Keliling Perpustakaan, dan podcast literasi.

Khofifah berharap penguatan budaya literasi dapat melahirkan generasi Jawa Timur yang cerdas, kreatif, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat global. Dalam pandangannya, membaca bukan hanya rutinitas, tetapi juga bagian dari pembentukan daya saing masyarakat di masa depan.

Source: wartatransparansi.com

Berita Terkait