Jazz Gunung 2026 Bawa Dampak Ekonomi Baru, BRI Andalkan Musik dan Wisata

Author: Redaksi Android62

BRI Jazz Gunung Series 2026 diposisikan bukan sekadar sebagai festival musik, melainkan sebagai penggerak ekonomi kreatif yang menyentuh budaya, pariwisata, dan usaha masyarakat sekitar. Melalui ajang ini, BRI menegaskan dukungannya terhadap ekosistem kreatif yang tumbuh di sekitar destinasi wisata alam Indonesia.

Penyelenggaraan tahun ini memasuki edisi ke-18 dengan tema “Jazztination”. Konsep tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman musik yang berpadu dengan panorama pegunungan serta kekayaan budaya Nusantara.

Rangkaian acara dan musisi yang tampil

Rangkaian pertama, BRI Jazz Gunung Slamet, akan digelar pada 27 Juni 2026 di Wanawisata Baturraden, Banyumas. Sejumlah musisi yang dijadwalkan tampil antara lain Amelia Ong, Emptyyy, Kevin Yosua Big 6 feat. Gracy Tamangendar, Mocca, dan NonaRia.

Setelah itu, BRI Jazz Gunung Bromo akan berlangsung pada 18 hingga 25 Juli 2026 di Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur. Panggung ini akan menghadirkan Isyana Sarasvati, Indra Lesmana LLW feat. Eva Celia & Teza Sumendra, Bilal Indrajaya, Ali, Littlefingers, Ring of Fire feat. Simone Prattico & Sri Hanuraga, serta grup asal Prancis, Watchdog.

BRI menyoroti efek berganda bagi daerah

Corporate Secretary BRI Dhanny menilai festival berbasis budaya seperti Jazz Gunung memiliki efek berganda yang luas bagi perekonomian lokal. Menurut dia, manfaatnya tidak berhenti pada panggung pertunjukan, tetapi juga menjangkau pelaku industri kreatif, masyarakat, dan sektor wisata.

“BRI optimis festival berbasis budaya seperti Jazz Gunung memiliki multiplier effect yang besar, tidak hanya bagi pelaku industri kreatif, tetapi juga bagi masyarakat lokal dan sektor pariwisata. Melalui kolaborasi ini, BRI ingin terus hadir mendukung ruang-ruang kreatif yang mampu mengangkat potensi Indonesia ke level yang lebih tinggi,” ujarnya.

Pasar UMKM, wisata, dan ruang talenta muda

Dampak ekonomi dari acara ini turut diperkuat oleh berbagai kegiatan pendukung di sekitar lokasi. Festival tersebut menghadirkan pameran seni, pasar UMKM, workshop fotografi, serta program wisata seperti Jazz Gunung Pagi Pagi Trekking Club, Festival Jathilan Majapahit, dan Pestaraya Soto Nusantara.

Ada pula Bromo Jazz Camp yang difokuskan pada pengembangan talenta muda jazz melalui mentoring intensif. Kehadiran pengunjung dalam jumlah besar juga diproyeksikan mendorong pendapatan hotel, kuliner, dan transportasi setempat.

Tiket mulai Rp450 ribu

Penjualan tiket sudah dibuka melalui Seketiket.com. Untuk BRI Jazz Gunung Slamet, tiket reguler ditawarkan mulai Rp450 ribu dan kategori VIP Rp600 ribu.

Sementara itu, BRI Jazz Gunung Bromo menyediakan 1 Day Pass mulai Rp700 ribu hingga Rp3,1 juta. Pilihan 2 Days Pass juga tersedia dengan harga mulai Rp1,5 juta hingga Rp5,1 juta, sesuai kategori yang disiapkan penyelenggara.

Berita Terbaru