Implementasi IEU-CEPA berpotensi membuka akses yang jauh lebih besar bagi produk Indonesia ke pasar Uni Eropa. Steinmeier menyebut sekitar 80% produk Indonesia bisa masuk dengan tarif 0%, jika perjanjian itu segera diratifikasi dan dijalankan.
Di sisi lain, kesepakatan tersebut juga akan memangkas hambatan bagi arus barang dari Eropa ke Indonesia. Menurut Steinmeier, sekitar 90% tarif bea masuk produk-produk Eropa ke Indonesia dapat dihapus sehingga distribusi barang dan investasi berjalan lebih lancar.
Pesan langsung di Istana Merdeka
Dukungan itu disampaikan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier saat bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6/2026). Dalam pertemuan tersebut, ia menegaskan bahwa Indonesia dan Jerman memiliki tujuan yang sejalan dalam memperkuat kerja sama ekonomi dengan Uni Eropa.
Steinmeier berharap perjanjian Indonesia-European Union comprehensive economic partnership agreement atau IEU-CEPA bisa segera ditandatangani. Ia menilai kesepakatan ini akan menjadi tonggak penting bagi kemitraan ekonomi Indonesia dan Uni Eropa.
Target ratifikasi dan dorongan dari Berlin
Proses ratifikasi IEU-CEPA ditargetkan selesai pada semester kedua 2026. Setelah itu, implementasi perjanjian diharapkan mulai berlaku pada awal 2027.
Steinmeier menegaskan bahwa Jerman ingin ikut mendorong percepatan proses tersebut. Ia bahkan menyebut pemerintah Jerman merasa memiliki tanggung jawab untuk membantu ratifikasi agar manfaat perjanjian segera dirasakan dunia usaha.
Peluang investasi dan sektor bernilai tambah
Selain perdagangan, Steinmeier juga menyoroti peluang yang lebih luas bagi perusahaan Eropa, termasuk perusahaan Jerman, untuk memperbesar aktivitas bisnis di Indonesia. Menurutnya, kerja sama yang lebih erat akan membuka ruang baru bagi ekspansi usaha di berbagai sektor.
Ia menambahkan bahwa IEU-CEPA dapat mendorong kolaborasi di bidang inovasi, teknologi, dan pengembangan industri bernilai tambah. Dalam pandangannya, perjanjian ini bukan hanya soal perdagangan, tetapi juga pertumbuhan ekonomi dan hubungan yang lebih dekat antara perusahaan Jerman dan Indonesia.
Dukungan Jerman terhadap percepatan IEU-CEPA memperkuat harapan agar kesepakatan itu segera memasuki tahap final. Jika terealisasi, perjanjian ini berpotensi menjadi penggerak utama bagi perdagangan, investasi, dan kerja sama ekonomi Indonesia dengan Uni Eropa.
Source: www.beritasatu.com






